Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Menjalankan Islam sebagai Syariat dan Sunnatullah

Muhajirin Jum'at, 12 Agustus 2022 - 16:32 WIB
Menjalankan Islam sebagai Syariat dan Sunnatullah
ilustrasi (langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis), Dr. KH. Jeje Zaenuddin, mengatakan, konsep Islam di dalam Al-Qur’an memiliki dua dimensi. Ada Islam dengan makna syariat dan Islam dengan makna sunnatullah.

Hakikat berislam adalah tunduk dan patuh kepada Allah. Alam semesta tunduk kepada-Nya merupakan sunnatullah. Lalu, Allah menurunkan wahyu kepada Nabi dan Rasul berupa syariat untuk didakwahkan kepada umat manusia.

Dua dimensi ini tidak bisa dipisahkan. Alam semesta berjalan dengan baik karena mengikuti sunnatullah. Manusia juga tidak akan mendapatkan kebahagiaan hakiki jika tidak mengikuti syariat Islam.

Islam sebagai sunnatullah termaktub dalam Surah Ali Imran ayat 83. Allah Ta’ala berfirman:

اَفَغَيْرَ دِيْنِ اللّٰهِ يَبْغُوْنَ وَلَهٗ ٓ اَسْلَمَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ طَوْعًا وَّكَرْهًا وَّاِلَيْهِ يُرْجَعُوْنَ
“Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?” (QS Ali Imran: 83)

Baca Juga: Waketum Persis: Menjaga Lingkungan Inti Ajaran Islam

Dalam ayat tersebut, Allah menjelaskan Islam sebagai sunnatullah. Alam semesta sudah Islam, artinya semua tunduk pada ketentuan Allah Ta’ala. Demikian pun manusia yang lahir dalam keadaan Islam, meski saat dewasa nanti memilih akidah lain.

“Secara sunnatullah, alam semesta sudah Islam. Manusia yang lahir semua terlahir Islam, walaupun dia berakidah kafir, ketika lahir itu berislam,” kata Jeje kepada LANGIT7.ID, Kamis (11/8/2022).

Konteks Islam yang kedua adalah Islam sebagai din atau agama dan syariat. Ini ditegaskan dalam Surah Al-Maidah ayat ke-3. Allah Ta’ala berfirman:

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS Al-Maidah: 3)

Islam dalam konteks sunnatullah merupakan hakikat penciptaan, maka Islam sebagai syariat adalah keadaan yang harus diupayakan. Islam dalam konteks syariat merupakan konteks harus diajarkan dan didakwahkan.

“Antara pewahyuan dan penciptaan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Maka kita berbangsa dan bernegara itu kan sunnatullah. Kita lahir di Indonesia bukan pilihan kita, tapi kalau berislam harus pilihan kita,” ujar Ustadz Jeje.

Baca Juga: Menyatukan Kenegaraan dan Keagamaan, Kunci Persatuan Indonesia

Allah tidak pernah mendikotomikan antara Islam sebagai syariat dan Islam sunnatullah. Dua dimensi itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Hakikat dari keislaman itu adalah ketunduk patuhan atau penyerahan diri.

“Alam semesta ini tidak akan damai, berjalan kalau tidak tunduk patuh pada hukum Allah, yaitu sunnatullah. Manusia juga tidak akan bisa damai di alam semesta ini, kalau tidak patuh kepada agama Allah, syariat Islam,” pungkas Ustadz Jeje.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)