Mengenal 3 Jenis Gerhana Bulan dan Proses Terjadinya
ummu haniAhad, 14 Agustus 2022 - 10:37 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Fenomena gerhana bulan kerap menghiasi langit sehingga malam terasa terang. Meski tampak menerangi bumi, sejatinya bulan tidak memiliki cahayanya sendiri.
Bulan bersinar karena permukaannya memantulkan sinar matahari. Gerhana bulan terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan.
Meski tampak sama, gerhana bulan sebenarnya dibagi menjadi tiga jenis dengan proses berbeda saat terjadi. Berikut penjelasannya, melasir dari Natural History, Ahad (14/8/2022).
Gerhana bulan total terjadi ketika seluruh bayangan umbra bumi jatuh menutupi bulan, sehingga matahari, bumi dan bulan berada tepat di satu garis lurus. Sebab itu, tidak ada sinar matahari dapat dipantulkan ke permukaan bulan.
2. Gerhana Bulan Sebagian
Gerhana bulan sebagian atau parsial merupakan fenomena yang terjadi ketika bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dari sinar matahari.
Sebagian permukaan bulan berada di daerah penumbra sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan.
3. Gerhana Bulan Penumbra
Gerhana bulan penumbra terjadi ketika seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra atau bagian samar di luar bumi. Ini membuat bulan tampak suram saat disaksikan dari bumi.
Gerhana bulan penumbra kerap sulit diamati dengan mata telanjang karena terjadi di malam hari dan bulan tampak redup atau gelap. Sebab itu, fenomena ini dianggap paling tidak menarik karena bulan berada di bayangan luar bumi yang samar.