LANGIT7.ID, Jakarta - Di tengah-tengah gedung pencakar langit, berdiri satu tempat ibadah umat muslim nan megah, yakni Masjid Al-I'tisham. Masjid ini merupakan relokasi yang awalnya berada di daerah Sudirman pada tahun 1940-1970.
Pemilik Masjid Al-I'tisham sekaligus Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), H Ali Akbar menceritakan, awal berdirinya tempat ibadah ini berlokasi di daerah Sudirman dan berupa musala milik orang tuanya di atas tanah dengan luas sekitar 500 meter persegi.
Seiring perkembangan waktu, musala akhirnya diubah menjadi sebuah masjid. Namun masjid tersebut harus berpindah tempat dikarenakan suatu perusahaan ingin mendirikan gedung tepat di daerah lokasi masjid.
"Orang tua saya maunya masjid ini diganti dengan masjid lagi. Akhirnya diganti dengan masjid 4.000 meter persegi di sini," kata Haji Ali saat ditemui
Langit7, Selasa (16/8/2022).
Baca Juga: Kemegahan Masjid Sultan Ahmed, Simbol Ikonik Kota IstanbulPada akhirnya berdirilah masjid kokoh nan megah di Jalan Karet H Abdul Jalil, Karet Tengsin, Jakarta Pusat tepat pada tahun 1991. Berbeda dengan masjid pada umumnya, Masjid Al-I'tisham tak memiliki satu pun kamera pengawas atau CCTV.
"Bahkan kita nggak punya CCTV, alhamdulillah sampai saat ini aman-aman saja," ujarnya.
Tak hanya sampai di situ, uniknya lagi masjid ini selalu dibuka 24 jam non stop. Pada umumnya masjid seusai ba'da Isya, terutama masjid di daerah perkotaan ditutup oleh DKM.
Baca Juga: Masjid Merupakan Aspek Ketahanan Nasional dalam Ideologi & Politik"Masjid ini nggak pernah dikunci-kunci, di sini 24 jam dibuka setiap hari. Dan alhamdulillah tidak ada kejadian apa-apa," jelasnya.
Tak luput, ia mengatakan banyak para wisatawan mancanegara dan para pejabat yang sering singgah ke masjid karena lokasinya sangat dekat dengan hotel bintang lima, Shangri-La.
"Alhamdulilah Gubernur Anies rajin kemari soalnya deket hotel bintang lima Shangri-La," ujarnya.
Baca Juga: 3 Masjid Bersejarah yang Dibangun pada Masa Kolonial Belanda(zhd)