LANGIT7.ID, Jakarta - Ada dua momen penting dalam bulan Agustus tahun ini. Pertama, ummat Islam merayakan tahun baru Islam 1443 H.Kedua, bulan Kemerdekaan Negara Kesatuan Repuplik Indonesia ke-76.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin memaknai momen Muharram sebagai peristiwa sejarah penting bagi ummat Muslim. Diantaranya berlabuhnya kapal Nabi Nuh di Bukit Zuhdi setelah terjadinya banjir besar. Selamatnya Nabi Ibrahim dari siksaan nyala api Raja Namrud, dan selamatnya Nabi Yunus dari perut Ikan.
“Semuanya itu kita yakini sebagai mujizat para Nabi yang diberikan oleh Allah S.W.T. Keutamaan akbar lainnya dari bulan Muharram ditandai dengan peristiwa hijrahnya Nabi besar Muhammad S.A.W dari Mekkah ke Madinah, yang menjadi tonggak berdirinya masyarakat Islam yang mandiri, berdaulat dan inklusif di Madinah,“ ujar Wapres seperti dilansir laman wapres.go.id.
Baca juga:
Wapres Dorong Pesantren Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah Wapres Ma’ruf Amin menjelaskan, bagi umat Islam, peristiwa hijrah Nabi Muhammad S.A.W memiliki spirit yang penuh makna, yaitu momentum transformasi dan reformasi tatanan, dan momentum berpindahnya manusia menuju kondisi yang lebih baik.
Sebagaimana di jelaskan Allah S.W.T dalam Al Quran surat Al-Baqarah: 218.... yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Rasulullah S.A.W. adalah sosok sentral dalam peristiwa hijrah dan melalui hijrah Nabi Muhammad SAW memimpin umat menuju terciptanya sebuah tatanan masyarakat baru yang lebih baik, yang dilandasi dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Alah S.W.T.
Semangat hijrah, lanjut mantan Ketua MUI itu, telah menginspirasi kita untuk bertransformasi menuju Indonesia maju yang kuat dan bermartabat.
“Kita harus berhijrah dari kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Kita harus berhijrah dari ketergantungan terhadap produk-produk impor. Kita membangun kemandirian bangsa, berdikari di bidang ekonomi," tegasnya.
Baca juga:
Wapres KH Ma’ruf Amin: Wafatnya Ulama Laksana Bintang PadamLebih jauh, Wapres menegaskan dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, peluang pengembangan ekonomi Syariah masih sangat besar. Sudah waktunya, ummat Islam berada di depan menjadi pelopor penerapan ekonomi dan keuangan syariah yang tidak saja sesuai dengan aturan agama tapi juga berkeadilan, kompetitif dan menguntungkan.
Pada bulan Januari 2021 yang lalu, bangsa Indonesia telah meletakkan tonggak bersejarah bagi perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah. Hadirnya PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang dibentuk dengan total aset sekitar Rp 240 triliun dan saat ini menjadi salah satu dari 7 bank terbesardi Indonesia. Pendirian Kawasan Industri Halal (KIH), serta peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang diharapkan akan menjadi pengerak dalam pengembangan ekosistem halal dan memperkuat rantai nilai halal (
halal value chain).
Pertumbuhan di sektor ekonomi Syariah di Indonesia semakin menjanjikan. Berdasarkan data The State of Global Islamic Indicator Report 2020-2021, Indonesia berhasil masuk dalam peringkat ke-empat. Naik kelas dari capaian tahun 2019 yang ada pada peringkat ke-lima, dan peringkat ke-10 pada tahun 2018.
(zul)