LANGIT7.ID, Jakarta - Komisi III DPR RI mengkritik kinerja Kepolisian RI dalam penyelesaian berbagai kasus besar.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmon Junaidi Mahesa meminta
Polri mengungkap berbagai kasus yang masih samar, termasuk kasus kematian anggota Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Cikampek.
Desmond bertolak dari kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang dirancang
Irjen Ferdy Sambo. Dalam hal ini, dia melihat adanya kelaziman antaranggota Polri bekerja sama dalam menutup-nutupi kasus dari perhatian publik.
Baca juga: Kapolda Metro Jaya Siap Laksanakan Perintah Kapolri Berantas Judi“Ini ada apa sampai institusi terlibat (kasus) sebanyak ini, ada kesan bahwa ada geng-gengan di tubuh Polri, ada kesan bahwa ini suatu kebiasaan yang sudah terjadi untuk saling menutup kasus per kasus,” kata Desmond dalam Rapat Kerja dengan Kapolri, Rabu (24/8/2022).
Desmond mengaku sering ditanyai tentang pengawasan Komisi III terhadap kinerja Polri, khususnya terkait kasus kematian laskar FPI di Tol Cikampek KM 50. Kasus pembunuhan yang menewaskan 6 laskar FPI tersebut juga melibatkan Sambo saat menjabat sebagai Kepala Divisi Propam Polri.
“Ini kan kesannya juga dikeroyok, tertutup. Walaupun dalam proses peradilan itu saya jawab sudah berjalan dengan baik,” kata Desmond.
Baca juga: Kapolri: Penyidikan Kasus Brigadir J Hampir SelesaiDesmond mendorong kepolisian kembali menjelaskan fakta-fakta kasus penembakan di KM 50. Dia berharap dapat ditemukan fakta baru atau novum untuk mengungkap penyebab kematian enam laskar FPI.
“Itu kalau dibuka kasus KM 50 itu bicara tentang novum-nya nanti. Insyaallah kalau novum ada kita akan pertanyakan ke Kapolri," kata Desmond.
(sof)