LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Fery Farhati Baswedan ingatkan orang tua untuk tidak melihat tantrum sebagai masalah melainkan bagian dari proses anak berkembang dan belajar mengenali diri.
Menurut dia, apa yang dialami anak-anak dimasa tantrum juga pernah terjadi pada diri setiap orang, maka itu tidak perlu khawatir.
"Sebetulnya dialami semua anak dan bila kita bisa meresponnya dengan baik, maka anak bisa melewati dengan pikiran baik pula," ujar Fery dalam webinar "Cegah dan Atasi Tantrum pada Anak, Tingkatkan Performa si Kecil di Sekolah!" Rabu (24/8/2022).
Baca juga: Anak Tantrum, Fery Baswedan: Orang Tua Harus Pahami Emosi Buah HatiDia melanjutkan, mindset terhadap tantrum harus di ubah, sebab hal tersebut berpengaruh dengan perkembangan anak.
Jika menganggap tantrum sebagai proses belajar maka Anda akan memfasilitasi anak untuk bisa belajar dari hal itu, namun jika melihat sebagai masalah maka Anda akan fokus untuk menyelesaikannya. Menurut dia, kedua reaksi tersebut akan menimbulkan dampak berbeda.
"Jadi, kalau kita melihat anak teriak-teriak maka kita sebagai orang tua harus menenangkan diri dulu untuk bisa kemudian merespon dengan tenang terhadap reaksi anak kita," kata istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini.
Lebih lanjut, Fery berkata orang tua perlu ingat tantrum tidak selamanya terjadi, ia akan berhenti pada saatnya, maka itu hendaknya bereaksi yang tidak berlebihan.
Baca juga: Fery Farhati: Selain Cinta, Tambah Nilai Religius untuk Bekal Anak"Anak juga melihat bagaimana ibunya mengekspresikan perasaan saat mereka lagi rewel dan mereka pasti mencontohi, karena anak pad dasarnya peniru. Maka itu, kita harus tenang, dan berkata-kata lembut dengan mereka," ucapnya.
"Karena kasihan kalau misalnya bagian dari proses pembelajaran anak bisa terhenti dengan keegoisan kita sebagai orang tua yang ingin mengikuti perasaan dan keinginan untuk ketenangan sesaat tetapi dampaknya mungkin buruk di masa depan anak kita," pungkas Fery.
(sof)