Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Kisah: Tirakat Puasa Nabi Yusuf, Sang Ahli Ekonomi dan Tafsir Mimpi

fajar adhitya Rabu, 11 Agustus 2021 - 22:34 WIB
Kisah: Tirakat Puasa Nabi Yusuf, Sang Ahli Ekonomi dan Tafsir Mimpi
Ilustrasi peramal tengah memprediksi sesuatu. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Yusuf Alaihi Salam (AS) dikenal sebagai nabi yang ahli ekonomi dan lihai dalam menafsirkan mimpi. Berkat kecerdasannya mengelola potensi negara, dia ditunjuk sebagai bendahara kerajaan di Mesir dengan julukan Al Mu'minun Amin (pakar yang kokoh dan terpercaya).

Nabi Yusuf juga berhasil menjaga suplai logistik dan kebutuhan pokok masyarakat saat terjadi krisis paceklik selama tujuh tahun. Strategi Yusuf saat itu tidak lepas dari kepiawaiannya dalam menafsirkan mimpi.

Baca Juga:

Terlambat Dua Bulan? Anda Masih Bisa Disuntik Vaksin Dosis Kedua

3 Mal Kembali Buka, Satpol PP Semarang Tekankan Pentingnya Patuhi Prokes

Saat itu Raja Mesir bermimpi aneh, yakni tujuh sapi gemuk dimakan tujuh sapi kurus. Tidak hanya itu, sapi tadi juga memakan tujuh gandum hijau dan tujuh gandum kering. Mimpi tersebut disimpulkan Yusuf bakal terjadi paceklik panjang.

Kecerdasan Yusuf tersebut didapatnya tidaklah gratis. Melainkan berasal dari tirakat (riyadhah) panjang dalam menyucikan jiwa dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Salah satunya selalu berpuasa.

Misalnya, saat dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya yang dipimpin Yahuda Cs, membuat Yusuf harus menjalankan puasa dan memperbanyak dzikir. Tirakatnya semakin menguat manakala beliau alaihi salam masuk penjara demi menjaga nama baik pembesar Mesir.

Ibaratnya, dalam penjara Nabi Yusuf melakukan uzlah, perenungan dan banyak berpuasa sebagai tirakatnya. Ilmu yang didapat dan kontemplasinya semakin mendalam sehingga Allah membuka hijab rahasia-rahasia kepada Yusuf yang orang lain tidak mengetahuinya.

Laku puasa tetap dijalankan Nabi Yusuf meski menjabat sebagai pimpinan di Kerajaan Mesir. Dia tetap berpuasa meski fasilitasnya terjamin sebagai orang nomor satu kerajaan.

"Aku khawatir jika perutku selalu kenyang, aku lupa terhadap orang yang lapar," dikutip buku Keajaiban Puasa Senin-Kamis (2015).

Baca Juga:

Kiai di Banten Wafat Saat Jadi Wali Nikah Usai Ucap Kalimat Syahadat

Ini Alasan Mengapa Suntikan Kedua Vaksinasi Covid-19 Penting


Sangat berbeda dengan mentalitas para pemimpin di Tanah Air. Minim kemampuan, tidak punya tirakat spiritual, namun tidak henti-hentinya menghadirkan kesulitan bagi rakyat.

Kondisi demikian sempat disindir budayawan kondang Emha Ainun Najib alias Cak Nun. Menurutnya, para pemimpinan bisa-bisanya lebih jahat dari Sengkuni. Padahal penderitaan yang dialami Sengkuni jauh lebih dahsyat dibanding para kelompok elite di Tanah Air.

"Ini kamu (kelompok elite) Indonesia pernah menderita apa. Sehingga kamu begitu kejamnya kepada rakyat. Kamu pernah menderita apa, kamu pernah miskin apa, kamu pernah puasa kayak (seperti) apa, tirakat apa," kata Cak Nun dalam sebuah kegiatan Kenduri Cinta beberapa tahun lalu.

"Kamu (kelompok elite) lancar-lancar (urusannya) semua kok. Kamu bisa bayar miliaran untuk menjadi pejabat. Lantas apa alasanmu jahat kepada rakyat. sengkuni saja tidak sejahat kamu padahal penderitaannya ribuan kali lipat dibanding penderitaanmu," ujarnya melanjutkan.

Baca Juga:

Maksimalkan Peran Pos di Masa Pandemi, Pemerintah Siapkan Tiga Kebijakan

Pesan Gus Baha ke Wakil MPR: Menjalankan Politik Harus Amanah

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)