LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani bersilaturahmi ke kediaman Kiai Haji (KH) Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha. Dalam pertemuan tersebut,
Gus Baha mengingatkan berpolitik dapat dijalankan dengan
enjoy.
Pasalnya, kata dia, politik merupakan suatu hal yang substansial dan berhubungan dengan kemaslahatan umat. Lebih lanjut, Gus Baha menyampaikan dewasa ini politik merupakan seni mengelola kepercayaan publik.
Baca Juga:Gus Baha: Hadapi Wabah Covid-19 dengan Perbanyak SyukurSejarah Masjid Istiqlal Jakarta, Berawal dari Diskusi Ulama di Rumah Pegangsaan 56"Apabila politik tidak dijalankan dengan amanah, maka yang timbul rasa saling menyalahkan dan curiga. Hal itu berimplikasi pada keterpurukan suatu bangsa. Ini penting agar kita tidak menjadi bangsa yang hanya bisa saling menyalahkan," kata Gus Baha dalam keterangan yang diterima
LANGIT7.ID, Rabu (11/8).
"Dan sekarang produk-produk politik lebih baik dibandingkan dengan zaman dulu (kerajaan). Dulu raja-raja saling berperang untuk mendapatkan kekuasan, hingga pertumpahan darah tak terelakan," ujarnya.
Menurutnya, politik saat ini berjalan ke arah yang lebih baik. Misalnya, lepasnya Timor Timor dari Indonesia tidak melalui sebuah peperangan besar, tapi melalui jalan jajak pendapat.
Demikian juga dengan pemilihan bupati, walikota dan gubernur melalui sistem pilkada. Metode ini dianggap lebih baik dibanding dengan zaman dahulu. Meski begitu Gus Baha menyadari, proses politik yang ada sekarang masih belum ideal.
"Kalau kita melihat politik sebagai cara atau seni mengelola kekuasaan dengan cara yang lebih enak, lebih beradab. Jadi cara (politik sekarang) itu sudah membaik, dari yang sebelumnya," tuturnya.
Baca Juga: Hikmah Rahmani: Ke Mana Hijrahmu?"Kan nggak kebayang dulu (misalnya) Timur Leste keluar dari Indonesia (mekanismenya) lewat duel (atau perang). Tapi kan (pada akhirnya) lewat
politik, lewat jajak pendapat. Begitu juga pemilihan gubernur dan bupati," ungkapnya.
Sementara Gus Baha menyampaikan, politisi perlu merasa bersyukur politik sekarang tidak seperti dulu. Politik saat ini pertarungannya lewat seni mencari daya tarik masyarakat, seni mengelola simpati publik.
"Saya anggap bahwa ini kondisi yang lebih baik daripada perang darah-darah di kerajaan dulu. Artinya (politik) ini tidak pernah mencapai suatu proses yang ideal, selalu mengalami pergeseran-pergeseran ke arah membaik," tuturnya.
Baca Juga: Muslim Milenial Pilih Jadi Petani, Kini Sukses Bangun Pertanian ModernMenyambut hal itu, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, meski tidak mudah dia mengklaim partainya berkomitmen menjalankan politik yang ideal sesuai pesan Gus Baha. Dia pun mengapresiasi pemikiran Gus Baha sebagai seorang ulama yang memiliki pandangan positif terhadap proses politik yang ada di Indonesia.
"Pesan Gus sangat baik, itu memberikan pencerahan kepada kita semua. Sehingga dalam berpolitik, orang-orang yang terlibat di dalamnya menekankan pada prinsip bahwa politik adalah seni untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Sehingga prosesnya semua menjadi
enjoy," ujar Muzani.
Baca Juga:
Persis: Vaksin Bukan Jaminan tapi Bentuk Ikhtiar Hadapi PandemiWapres: Kita harus Hijrah dari Ketergantungan Produk-produk Impor(asf)