LANGIT7.ID - , Jakarta - Perilaku
tantrum yang terjadi pada anak saat sedang berada di
ruang publik, tentu meresahkan. Baik bagi orang yang ada di sekitar tempat itu atau Anda sendiri sebagai orang tua.
Saat menghadapi situasi ini, apa yang sebaiknya dilakukan orang tua sebagai bentuk pertolongan pertama?
Praktisi Anak Usia Dini, Gianti Amanda mengatakan ada empat pertolongan pertama yang sebaiknya dilakukan
orang tua ketika anak mengalami tantrum.
Baca juga: Fery Baswedan: Tantrum Bagian dari Proses Pengenalan Diri Anak
Pastikan anak aman
Dia menjelaskan, ketika anak mengalami tantrum, terlebih saat di ruang publik yang harus dilakukan orang tua adalah bawa mereka ke tempat yang aman.
Artinya, jauhi anak dari hal-hal yang mengundang sorotan publik seperti berguling-guling di lantai dan lainnya.
"Jangan biarkan anak guling-guling, kita harus angkat dan bawa ke tempat yang aman," kata Gianti dalam
webinar virtual yang diikuti Langit7.
Jangan berikan gawai
Gianti mengakui
gawai adalah pertolongan paling cepat saat anak lagi rewel, tetapi hal tersebut tidak baik dilakukan. Alih-alih memberikan gadget, ia menyarankan untuk ajak anak berbicara atau membiarkan mereka tenang terlebih dahulu.
"Usahakan tidak menggunakan gadget. Sudah ada
penelitian juga bahwa gadget itu memang pertolongan paling cepat, tapi bisa menjadi seperti bom waktu yang akan menimbulkan masalah di kemudian hari," ucapnya.
Baca juga: Biasa Terjadi pada Anak-Anak, Bisakah Tantrum Berlanjut hingga Dewasa?
Tetap bersama
Ketika sudah merasa posisi anak aman, maka tugas orang tua selanjutnya adalah menemani mereka hingga tantrum mereda.
"Harus ingat, orang tua harus tetap di situ dengan catatan tidak main
handphone. Sebab anak juga tahu meskipun tubuh kita sama mereka tetapi pikirannya tidak. Mereka akan semakin rewel pastinya," tutur Gianti.
Ajak berbicara dengan suara pelan
Gianti berkata, terkadang anak-anak lebih mendengar ketika orang tua berbicara dengan suara yang berbisik atau pelan. Jika misalnya Anda teriak, anak juga tambah menjadi-jadi.
Baca juga: Anak Tantrum, Fery Baswedan: Orang Tua Harus Pahami Emosi Buah Hati"Nanti kalau anak tenang kita ajak berbicara dengan suara yang lembut. Ketika mereka sudah merasa tenang baru ajak mereka untuk apa yang mereka inginkan, misalnya ajak kasih opsi ajak bermain, ajak makan atau apapun itu," pungkasnya.
Hal ini dilakukan, sebab tantrum memiliki grafik, yang jika tiba saatnya maka ia akan turun. Meskipun terkadang bisa kembali, menurut Gianti itu merupakan situasi yang wajar.
(est)