LANGIT7.ID, Bogor - Pemahaman literasi keuangan sangat penting. Termasuk didalamnya bagi kalangan ibu rumah tangga. Ada beberapa alasan seperti yang disampaikan Tintin Sarianti, SP MM, dosen dari Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University.
Literasi keuangan yang baik sangat diperlukan untuk mendukung berbagai fungsi ekonomi. Salah satunya dengan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang saat ini cenderung ke arah teknologi digital. Seperti menggunakan e-wallet atau dompet elektronik yang dapat mendukung fungsi-fungsi ekonomi.
Baca Juga:
Akselerasi Ekonomi Syariah, Wapres: Faktor Fundamental Literasi MasyarakatJika masyarakat sudah mendukung fungsi-fungsi ekonomi dengan menjalankan berbagai aktivitas ekonomi, maka dapat memiliki dampak yang sangat besar terhadap perkembangan perekonomian suatu negara. Dengan tingkat literasi keuangan yang baik maka masyarakat mampu mengelola keuangannya dan mampu meningkatkan pendapatannya.
“Mereka juga tidak secara mudah menghabiskan sumberdaya keuangannya pada berbagai hal yang sifatnya konsumtif. Akan tetapi, diarahkan kepada kegiatan yang lebih produktif seperti melakukan investasi,” imbuh Pakar Manajemen Agribisnis IPB University ini dalam keterangan tertulis, Kamis (12/09).
Titin melanjutkan bahwa dalam pengelolaan keuangan rumah tangga, salah satu faktor penting adalah keterbukaan keuangan antara suami dan istri. Hal ini akan menentukan seberapa sehat kondisi keuangan dalam rumah tangga tersebut.
“Ketika istri tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan sendiri, mereka harus bisa mengatur keuangan rumah tangga dengan baik. Ini karena kesejahteraan rumah tangga berawal dari sini,“ ujar Pengampu Mata Kuliah Perilaku Konsumen di Sekolah Vokasi IPB University ini.
Baca juga:
Kolaborasi BTN dan LinkAja Hadirkan Transaksi Nontunai Berbasis SyariahTitin menambahkan bahwa berdasarkan survei nasional literasi keuangan yang dilakukan OJK (2019), perempuan di Indonesia memiliki pengetahuan, keyakinan, keterampilan, sikap dan perilaku keuangan sebesar 36,13 persen. Sedangkan laki-laki sebesar 39,94 persen. Artinya, tingkat literasi keuangan perempuan masih lebih rendah dibandingkan laki-laki.
“Maka perempuan harus memiliki keterampilan dalam mengelola keuangan. Perempuan harus dapat berperan lebih aktif dan baik dalam mengoptimalkan uang tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangganya,“ ujarnya
(zul)