LANGIT7.ID, Jakarta - Sejak awal pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk menggerakkan layanan pos. Pemerintah menyiapkan solusi lintas sektoral untuk mendorong pertumbuhan layanan pos nasional dan global.
Salah satu solusi lintas sektoral yang penting, juga sebagai penggerak rantai pasokan pos global, adalah transformasi digital dan adopsi teknologi digital.
“Saya pikir kita setuju bahwa transformasi digital telah mempercepat rantai pasokan pos global, dan meningkatkan kepuasan, pengalaman, dan kepercayaan pelanggan pada layanan pos global,” ujar Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail dalam keterangan tertulis yang diterima Langit7.id, Kamis (12/08).
Baca juga:
Maksimalkan Peran Pos di Masa Pandemi, Pemerintah Siapkan Tiga KebijakanDi tengah kondisi pandemi Covid-19, Ismail menilai seluruh negara membutuhkan solusi baru untuk segera memulihkan semua sektor yang berdampak, antara lain untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi, urusan sosial-ekonomi masyarakat, dan layanan pos global.
“Sejak awal pandemi ini, pembatasan pergerakan selanjutnya, dan penangguhan opsi transportasi dan pembatalan penerbangan telah menyebabkan lonjakan gangguan yang tinggi pada rantai pasokan pos global.
Ismail merinci beberapa potensi gangguan yang terjadi antara lain penangguhan koridor layanan pos lintas batas, perpanjangan waktu penanganan dan pengiriman, peningkatan tidak terkirim atau pengembalian surat kepada pengirim, dan penutupan sebagian kantor atau fasilitas pos karena penyebaran infeksi Covid-19.
“Semua faktor ini tidak dapat disangkal memberikan tekanan tinggi pada rantai pasokan pos global dan jaringan pos, serta menyebabkan penurunan volume kiriman pos dan kualitas layanan pos,” ujarnya.
Baca juga:
Narasi Akurat dalam Komunikasi Publik Dukung Penanganan PandemiBahkan, menurut Ismail, dengan kondisi pandemi yang masih terus berlangsung, pelanggan dibatasi aktivitasnya sehingga menyebabkan banyaknya transaksi berbasis digital.
“Peningkatan kualitas konektivitas internet, dan adopsi teknologi digital di tingkat mikro telah mempercepat pertumbuhan perbankan digital dan inklusi keuangan digital, layanan teknologi keuangan (fintech), dan uang/dompet elektronik untuk menggantikan metode pembayaran tunai tradisional,” jelasnya.
Oleh karena itu. menurut Plt. Dirjen PPI , sektor pos perlu menerapkan manajemen perubahan holistik dan rekayasa ulang proses bisnis melalui transformasi digital. Hal itu sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pos dan volume pos guna menanggapi perubahan kebutuhan pelanggan, dan memprioritaskan hak, kepuasan, dan pengalaman pelanggan.
(zul)