LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap manusia di bumi Allah pasti memiliki kesibukan masing-masing. Terlebih orang-orang yang bekerja demi menafkahi keluarganya. Di samping kesibukan, Allah memerintahkan untuk tetap malaksanakan ibadah salat.
Pada dasarnya Allah menciptakan semua makhluk di dunia tidak lain untuk menyembah-Nya. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Insyirah ayat tujuh yang berbunyi:
فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Artinya: Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.
Dalam Tafsir Tafsir as-Sa'di dijelaskan, jika telah selesai mengerjakan kesibukan dunia, maka berdirilah dan semangat dalam mengerjakan ibadah agar mendapatkan akhirat lebih baik, dan janganlah menghabiskan waktu hanya untuk urusan dunia semata, tetapi seimbangkan dengan amalan akhirat dan dzikir kepada Allah SWT.
Baca Juga: Mengenal Macam-macam Tafsir Al-Quran Sejak Zaman SahabatSebab waktu yang lapang merupakan nikmat dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: (نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ )
Artinya: “Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR Bukhari Nomor 6412 dari hadits Ibnu 'Abbas).
Sementara, Syekh Prof Dr Wahbah az-Zuhaili dalam tafsir Al-Wajiz menerangkan, Allah memerintahkan Rasulullah Saw: Jika telah lapang urusan dakwah kepada manusia maka bersungguh-sungguhlah dalam beribadah kepada Tuhanmu, dan jadikan cita-cita dan harapan dengan apa yang ada di sisi Allah, dan mintalah kepada-Nya karunia. Jadilah manusia yang bertawakal kepada-Nya saja atas semua urusan dalam kehidupan. Sebab Allah adalah pemilik kenikmatan dan pertolongan.
Jadi sesibuk apapun perkara yang kita hadapi di dunia, bila sudah selesai maka sembahlah Allah SWT. Agar mendapatkan keberkahan dalam perkara dunia yang kita jalani tanpa harus meninggalkan perkara akhirat.
Baca Juga: Ustaz Jeje Zaenudin: Mukmin yang Kuat Lebih Dicintai AllahBaca Juga: Masih Pakai Gendongan Jarik, 5 Publik Figur Ini Tetap Stylish(zhd)