LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap mukmin dicintai Allah SWT, namun seorang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah SWT. Hal ini tertuang dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan,” (HR Muslim).
Menurut Wakil Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis), Ustaz Jeje Zaenudin, Allah SWT lebih mencintai seorang mukmin yang kuat daripada yang lemah. Meski keduanya sama-sama dicintai Allah SWT sebagai hamba-Nya.
"Bukan hanya baik tapi lebih baik, bukan hanya dicintai tapi lebih dicintai oleh Allah Ta'ala dari pada mukmin yang daif atau yang lemah," tutur Ustaz Jeje dikutip dalam ceramahnya di akun Persis TV Channel, Selasa (30/8/2022).
Baca Juga: Kandungan Surat Al Hasyr Ayat 18: Yakin terhadap Hari KiamatLanjutnya, Ketua STAIPI Jakarta ini menjelaskan, berdasarkan hadis tersebut, pada masing-masing mukmin yang lemah ataupun yang kuat itu memiliki kebaikan tersendiri. "Dalam segala keadaan orang mukmin itu ada kebaikannya, tapi di sini Rasulullah sedang berbicara yang paling baik (mukmin yang kuat)," ujarnya.
Ia menegaskan, di antara pribadi mukmin yang dicintai Allah SWT adalah seorang mukmin yang senantiasa dalam keadaan kuat. "Kenapa yang kuat lebih dicintai Allah daripada yang lemah, karena walaupun yang lemah taat yang kuat taat beda taatnya," jelasnya.
Kedua definisi taat pada mukmin yang lemah dan kuat itu berbeda. Seorang mukmin yang lemah cenderung lebih bersabar, namun seorang mukmin yang kuat lebih bersifat kepada rasa syukur.
"Mukmin yang lemah taatnya sabar tapi kalau yang kuat kebaikannya dengan syukur, orang yang sabar memperoleh pahala untuk kesabaran dirinya. Tapi kalau orang yang syukur, maka syukur itu bagi dirinya dan memberi manfaat pada orang lain," ujarnya.
Baca Juga: Ustaz Jeje Zaenudin, Ulama Muda Visioner yang Low Profile(zhd)