LANGIT7.ID, Jakarta - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menerangkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 476,97 ribu pada Juli 2022. Presentasenya naik 6.396,46 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Angka tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang Pandemi Covid-19. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, Juni 2022, jumlah kunjungan wisman juga meningkat sebesar 38,08 persen.
Dilansir Berita Resmi Statistik dari Januari hingga Juli 2022, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama mencapai 1,22 juta kunjungan. Presentasenya naik 1.434,39 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2021.
Baca juga: Desa Wisata Tepus, Sajikan Panorama Pegunungan dan PantaiTingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juli 2022 mencapai 49,77 persen, naik 27,39 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2021. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK Juli 2022 justru mengalami penurunan sebesar 0,51 poin.
TPK hotel klasifikasi nonbintang pada Juli 2022 tercatat sebesar 24,69 persen, naik 9,55 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2021 dan naik 0,77 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juli 2022 tercatat sebesar 1,61 hari.
“Tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Namun kondisi ini turun 0,21 poin dibandingkan Juli 2021,” dikutip Kamis (1/9/2022).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf)
Sandiaga Salahuddin Uno meminta tambahan anggaran tahun 2023. Ia mengusulkan tambahan sehingga menjadi sebesar Rp4.186.990.000.000 dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI.
Baca juga: Festival Indonesia Bertutur 2022, Tawarkan Keterbukaan Cara Berpikir dan Bertindak"Untuk mempercepat pemulihan dan menjaga momentum kami mengusulkan anggaran (Kemenparekraf/Baparekraf) sebesar Rp4.186.990.000.000," kata Menparekraf Sandiaga dikutip keterangan pers.
Usulan penambahan anggaran ini telah disampaikan ke Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas sebanyak dua kali. Usulan tambahan pertama pada 24 Maret 2022 sebesar Rp952.096.897.000 dan usulan kedua pada 4 Juli 2022 sebesar Rp3.234.893.103.000.
Adapun berdasarkan nota keuangan RAPBN tahun anggaran 2023, pagu anggaran/sementara Kemenparekraf/Baparekraf adalah sebesar Rp3.381.345.168.000.
(sof)