LANGIT7.ID - , Jakarta - Fenomena anak-anak yang menyanyikan
lagu dewasa seperti menjadi pemandangan lumrah beberapa tahun ke belakang. Sejumlah kontes adu bakat anak-anak pun diisi dengan lagu percintaan dalam konteks laki-laki dan perempuan.
Dosen Psikologi Perkembangan FK
Universitas Sebelas Maret (UNS), Berliana Widi Scarvanovi mengatakan anak-anak di bawah usia remaja tidak disarankan untuk diperdengarkan atau menyanyikan lagu dewasa.
Baca juga: Anak Nyanyi Lagu Dewasa, Psikolog: Berdampak ke Cara PikirMenurut Berliana, berdasarkan tahap perkembangannya tema percintaan masuk ke fase dewasa awal yakni sekitar usia 19 tahun. Namun, di usia remaja (sekitar 13-18 tahun) sudah mulai dapat mendengarkan lagu dengan tema ini.
Dia menerangkan, di usia remaja sudah mulai mengenal dan memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Dengan catatan, tetap harus ada pemilahan.
“Saya lebih ke arah konten lagu itu sendiri. Kita lihat kontennya. Contohnya bercerita tentang kehidupan seorang anak berjualan koran, seperti lagu Iwan Fals, tidak masalah. Jadi memang lagu-lagu yang temanya
keluarga, kehidupan itu tidak masalah diberikan kepada anak,” ungkap Berliana dikutip dari laman UNS, Jumat (2/9/2022).
Berliana menegaskan pada
orang tua agar tidak terkecoh dengan usia
penyanyi. Menurut dia, lagu anak-anak sekarang meski yang bernyanyi masuk usia anak-anak namun tidak jarang kontennya dewasa.
Baca juga: Farel Prayoga Nyanyi Lagu Dewasa, Lagu Anak Dinilai Alami Kekosongan Karya
Manfaat Mendengarkan Lagu
Ada beragam manfaat dari mendengarkan musik atau lagu bagi anak-anak. Berliana menuturklan, lagu dan musik dapat menstimulasi perkembangan bahasa, selain stimulasi dengan berbicara langsung.
Hal ini tidak terlepas dari stimulasi ketika masa anak-anak awal atau balita yang harus dilakukan secara signifikan melalui lima indra. Salah satunya pendengaran.
Anak balita, lanjut Berliana, saat didengarkan lagu tidak akan bernyanyi atau mengeluarkan kosakata dari lagu tersebut. Namun, munculnya saat usia mereka agak besar dan mampu mengucapkan dengan jelas.
“Selain itu, lagu memberi efek tenang untuk anak-anak. Mungkin ada anak yang suka berkegiatan kalau ada lagunya. Itu memberi efek menyenangkan, mereka kemudian menjadi happy. Atau tidur menggunakan lagu klasik. Masing-masing genre punya fungsinya untuk diletakkan di mana,” tandasnya.
Baca juga: Dari Pengamen Pasar hingga Nyanyi di Istana Negara, Ini Perjalanan Hidup Farel Prayoga(est)