Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 15 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Usia Berapa Anak Boleh Dengar Lagu Cinta-cintaan?

Fifiyanti Abdurahman Jum'at, 02 September 2022 - 07:32 WIB
Usia Berapa Anak Boleh Dengar Lagu Cinta-cintaan?
Ilustrasi orang tua mendampingi anaknya yang sedang mendengarkan musik. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Fenomena anak-anak yang menyanyikan lagu dewasa seperti menjadi pemandangan lumrah beberapa tahun ke belakang. Sejumlah kontes adu bakat anak-anak pun diisi dengan lagu percintaan dalam konteks laki-laki dan perempuan.

Dosen Psikologi Perkembangan FK Universitas Sebelas Maret (UNS), Berliana Widi Scarvanovi mengatakan anak-anak di bawah usia remaja tidak disarankan untuk diperdengarkan atau menyanyikan lagu dewasa.

Baca juga: Anak Nyanyi Lagu Dewasa, Psikolog: Berdampak ke Cara Pikir

Menurut Berliana, berdasarkan tahap perkembangannya tema percintaan masuk ke fase dewasa awal yakni sekitar usia 19 tahun. Namun, di usia remaja (sekitar 13-18 tahun) sudah mulai dapat mendengarkan lagu dengan tema ini.

Dia menerangkan, di usia remaja sudah mulai mengenal dan memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Dengan catatan, tetap harus ada pemilahan.

“Saya lebih ke arah konten lagu itu sendiri. Kita lihat kontennya. Contohnya bercerita tentang kehidupan seorang anak berjualan koran, seperti lagu Iwan Fals, tidak masalah. Jadi memang lagu-lagu yang temanya keluarga, kehidupan itu tidak masalah diberikan kepada anak,” ungkap Berliana dikutip dari laman UNS, Jumat (2/9/2022).

Berliana menegaskan pada orang tua agar tidak terkecoh dengan usia penyanyi. Menurut dia, lagu anak-anak sekarang meski yang bernyanyi masuk usia anak-anak namun tidak jarang kontennya dewasa.

Baca juga: Farel Prayoga Nyanyi Lagu Dewasa, Lagu Anak Dinilai Alami Kekosongan Karya


Manfaat Mendengarkan Lagu


Ada beragam manfaat dari mendengarkan musik atau lagu bagi anak-anak. Berliana menuturklan, lagu dan musik dapat menstimulasi perkembangan bahasa, selain stimulasi dengan berbicara langsung.

Hal ini tidak terlepas dari stimulasi ketika masa anak-anak awal atau balita yang harus dilakukan secara signifikan melalui lima indra. Salah satunya pendengaran.

Anak balita, lanjut Berliana, saat didengarkan lagu tidak akan bernyanyi atau mengeluarkan kosakata dari lagu tersebut. Namun, munculnya saat usia mereka agak besar dan mampu mengucapkan dengan jelas.

“Selain itu, lagu memberi efek tenang untuk anak-anak. Mungkin ada anak yang suka berkegiatan kalau ada lagunya. Itu memberi efek menyenangkan, mereka kemudian menjadi happy. Atau tidur menggunakan lagu klasik. Masing-masing genre punya fungsinya untuk diletakkan di mana,” tandasnya.

Baca juga: Dari Pengamen Pasar hingga Nyanyi di Istana Negara, Ini Perjalanan Hidup Farel Prayoga

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 15 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:55
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)