Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Hukum Duduk di Atas Nisan Kuburan Berdasarkan Hadis Nabi SAW

mahmuda attar hussein Jum'at, 02 September 2022 - 08:00 WIB
Hukum Duduk di Atas Nisan Kuburan Berdasarkan Hadis Nabi SAW
Hukum duduk di atas nisan kuburan. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Hukum duduk di atas nisan kuburan dilarang dalam Islam. Rasulullah dalam sejumlah hadis mengultimatum seorang muslim agar tidak melakukan hal tersebut.

"Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Seseorang di antaramu duduk di atas bara api hingga membakar bajunya, lalu merembet ke kulitnya, adalah lebih baik baginya, daripada duduk di atas kubur." (HR Muslim).

Dalam hadis lainnya Rasulullah SAW bersabda: "Sungguh, saya berjalan di atas bara api, atau pedang, atau melepas sandal yang ada pada kakiku, adalah lebih saya sukai daripada saya berjalan di atas kubur seorang muslim." (HR Ibnu Majah).

Baca Juga: Larangan Shalat di Masjid yang Terdapat Kuburan di Dalamnya

Hadis-hadis tersebut memang menggambarkan larangan tegas bagi seorang muslim berjalan dan duduk di atas kuburan. Perbuatan tersebut merupakan suatu dosa.

Seorang muslim harus menghormati kuburan. Cara dengan mencari celah-celah antara kubur-kubur, dan hendaklah membuka sandalnya ketika masuk ke tempat kubur, dan berdoa untuk orang-orang mukmin.

Melansir laman Muhammadiyah, kuburan harus dihormati karena di dalamnya terdapat jenzah manusia. Namun penghormatan kepada mayit di dalam kuburan tidak boleh sampai berlebihan.

Perbuatan yang berlebihan seperti mengkultuskan, meminta-minta sesuatu, dan menjadi perantara doa. Meski di satu sisi tidak boleh juga merendahkan kuburan.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)