Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Hukum Mengkonsumsi Makanan yang Menggunakan Nama Makhluk Halus

Muhajirin Jum'at, 02 September 2022 - 18:00 WIB
Hukum Mengkonsumsi Makanan yang Menggunakan Nama Makhluk Halus
Ilustrasi (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Belakangan banyak kuliner diberi nama mirip nama makhluk halus seperti Mie Setan dan Mie Iblis hingga nama makhluk fiksi seperti es pocong hingga bakso genderuwo. Banyak orang yang membeli kuliner itu lantaran didorong rasa penasaran.

Lalu, bagaimana pandangan hukum Islam dalam mengkonsumsi kuliner dengan nama-nama aneh tersebut?

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, mengatakan, bahan makanan kuliner tersebut bisa saja halal. Hanya saja dari segi penamaan tidak tayyiban. Menggunakan nama yang buruk menjadikan makanan dan minuman itu ikut buruk.

Baca Juga: Tak Kunjung Dapat Sertifikat Halal, Ini Tanggapan Pihak Mie Gacoan

“Makanannya tetap halal untuk kita makan. Akan tetapi yang menjadi tidak baik di saat memberi sesuatu yang menjadi jelek. Makanan menjadi makanan serem. Sesuatu yang baik diberi nama jelek, maka sisi ketidakbenarannya di sisi ini,” ujar Buya Yahya di Al Bahjah TV, Jumat (2/9/2022).

Memberi nama buruk kepada makanan halal merupakan tindakan salah. Tindakan itu tidak bisa dibenarkan. Sama halnya ketika seseorang menamai secangkir teh dengan nama khamr. “Itu kan dusta, sehingga ada orang niat meminum itu menjadi haram karena menduga khamr,” ucapnya.

Menurut Buya Yahya, orang yang menganggap khamr meskipun sebenarnya teh tetap berdosa. Itu karena Islam secara jelas melarang khamr, namun sengaja meminum minuman yang dilabeli nama khamr tersebut.

Baca Juga: Kehalalan Produknya Dipertanyakan, Begini Jawaban Mixue

Sama halnya ketika berkunjung ke pasar dan mendapati satu bingkisan daging berlabel babi meski sebenarnya adalah daging sapi. Jika sengaja membeli, maka tetap berdosa karena tindakan kesengajaannya itu.

Maka itu, Buya Yahya, memberikan nama pada makanan dan minuman harus jujur dan nama yang baik. Itu untuk menghindari perkara-perkara dosa dalam kehidupan sehari-sehari. “Yang tidak baik adalah pemberian nama tersebut,” ujar Buya Yahya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)