LANGIT7.ID, Jakarta - Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur meminta maaf dan menyesalkan peristiwa yang menyebabkan kematian santri junior berinisial AM.
Alumni
Pondok Modern Darussalam Gontor yang kini aktif sebagai pegiat media sosial Hariqo Wibawa Satria mengungkapkan, metode pendidikan Gontor dalam mendisiplinkan santri sangat ketat. Pesantren tidak memberi ruang terhadap berbagai tindak kejahatan dan penyimpangan perilaku.
“Santri Gontor itu, jangankan memukul, membuli juga diusir,” katanya kepada Langit7.id, Senin (5/9/2022).
Baca juga: Usut Kasus Santri AM, Polres Ponorogo Akui Gontor KooperatifDirektur Eksekutif Komunikonten angkatan 1993 ini mengatakan, pertama kali santri masuk masa pendidikan, pesantren membacakan berbagai larangan bagi santri, termasuk perundungan. Santri yang menghina fisik, SARA, bisa dikeluarkan dari Gontor, apalagi menganiaya hingga hilangnya nyawa.
“Di grup-grup percakapan Gontor yang saya ikuti, semua sangat berduka dan menyayangkan meninggalnya adik kita Almarhum AM yg diduga dianiaya santri senior. Seluruh Gontorian merasakan kesedihan dan beban keluarga Almarhum AM,” kata Hariqo.
Hariqo menambahkan, sebanyak 4.000 santri Gontor juga menggelar shalat jenazah di depan Almarhum AM. Shalat gaib juga dilaksanakan ribuan santri dan alumnus, mendoakan Almarhum AM dan keluarganya.
“Bagi para Pimpinan Gontor, lebih baik kehilangan nama baik, daripada kehilangan seorang santrinya. Air mata Pimpinan Gontor selalu mengalir ketika ada santrinya yang meninggal dunia,” kata Hariqo.
Baca juga: Respons Peristiwa AM, Alumni Gontor Harap Santri Ikut Arahan PimpinanPimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor melalui Juru Bicaranya, Noor Syahid, menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa atas kematian santri asal Palembang berinisial AM pada Senin, 22 Agustus 2022. Berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, mereka menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan almarhum AM wafat.
Menyikapi hal itu, pihak Gontor langsung bertindak cepat dengan menghukum mereka yang terlibat dugaan penganiayaan tersebut. Pada prinsipnya, kata Noor Syahid, Pondok Modern Darussalam Gontor, tidak menoleransi segala aksi kekerasan di dalam lingkungan pesantren apapun bentuknya.
(sof)