LANGIT7.ID - , Jakarta - Sebuah
sekolah Islam khusus perempuan pertama resmi dibuka di Germantown, Philadelphia, AS. Sebanyak 30 gadis akan menjadi siswa angkatan pertama dari Akademi STEM Islam Khadijah Bint Khuwalid. Hari pertama kelas adalah pada Senin (5/9/2022) lalu.
Pengawas dan pendiri Yasser Abdurrahman dan istrinya Marquita Hammock meninggalkan Philadelphia School District untuk mengembangkan lingkungan yang melayani
komunitas mereka.
Baca juga: Keunggulan Sekolah Islam Terpadu, Pilihan Ortu agar Anak Pintar dan Berakhlak Mulia"Jadi mereka dapat memiliki tempat di mana mereka memiliki orang-orang yang terlihat seperti mereka, melihat orang-orang yang terlihat seperti mereka, guru terlihat seperti mereka, teman sekelas terlihat seperti mereka," kata asisten pengawas Marquita Hammock dikutip dari CBS News, Rabu (8/9/2022).
Pasangan itu merasa tidak banyak sekolah yang menganut tradisi dan disiplin Islam, sehingga mereka memutuskan untuk membukanya.
Di sekolah ini, para gadis akan mengambil kelas dasar dengan penekanan pada
matematika dan sains. Mereka juga akan belajar tentang
budaya dan agama Islam.
Baca juga: Benarkah Biaya Pendidikan di Sekolah Islam Terpadu Mahal?Dalam bangunan sekolah tersebut dipenuhi dengan gambar dan tulisan inspiratif.
Nahiyyah Brown, salah satu anak didik di sekolah tersebut mengaku menyukai bersekolah di sini karena sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
"Beberapa gadis dicopot pakaiannya, diserang, dilecehkan. Para guru belum tentu tahu kapan waktunya mereka harus salat. Hari raya Islam adalah
Ramadhan. Kami memutuskan untuk buat pelajaran selama bulan itu yang akan memudahkan mereka tidak hanya belajar tetapi juga berpuasa," kata CEO dan pengawas Hajji Abdurrahman.
Sekarang, pasangan ini mengambil tugas untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mengasuh bagi perempuan muda seperti Nahiyyah.
Baca juga: Orang Tua Harus Tahu, Ini Beda Sekolah Muhammadiyah dengan Sekolah Islam Lain"Kami berharap ketika anak-anak ini pergi dari sini, mereka pergi dalam situasi yang jauh lebih baik daripada saat mereka datang," kata Yasser.
Ini baru permulaan untuk akademi. Mereka berencana untuk membuka sekolah laki-laki muslim dan akhirnya sekolah yang akan melayani semua orang, tetapi itu akan memakan waktu dan dana yang tak sedikit.
(est)