LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI, dr Retno Asti Werdhani, mengingatkan, penularan Covid-19 di lingkungan sekolah masih rentan dan terus meningkat. Semua pihak dari siswa, guru, orang tua, hingga pemda melakukan pengawasan ketat.
Dia menyarankan, anak tidak perlu masuk sekolah jika mengalami gejala demam, batuk, pilek, atau diare. Anak harus dipastikan terbebas dari Covid-19. Orang tua dan sekolah harus disiplin menerapkan protokol kesehatan dan melakukan testing pada anak yang bergejala Covid-19.
"Apabila di sekolah anak menjadi tanggung jawab guru dan pengurus sekolah sehingga sistem di sekolah harus memberikan pengawasan dengan membuat sistem monitoring terhadap anak-anak atau pendidik yang memiliki gejala yang bisa dilaporkan ke puskesmas setempat," kata Retno dalam diskusi yang diadakan BNPB secara daring, dikutip Selasa (13/9/2022).
Baca Juga: Memulai Tahun Ajaran Baru dengan PTM, Kembalinya Spirit Pendidikan ke Sekolah
Kampanye perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan. pihak sekolah juga harus melakukan edukasi terus-menerus melalui poster,
podcast, atau pengeras suara untuk pengumuman secara berkala. Kampanye tersebut dilakukan untuk mengingatkan agar protokol kesehatan diterapkan di lingkungan sekolah.
Terdapat waktu-waktu rentan di sekolah terjadi penularan Covid-19, yakni pada jam istirahat atau jam pergi dan pulang sekolah. Maka itu, pihak sekolah harus membuat satu tim untuk mencegah terjadi kerumunan di sekolah saat jam istirahat dan orang tua bisa langsung menjemput saat jam sekolah selesai. Itu karena anak bisa saja keluyuran ke mana-mana jika tak segera dijemput.
"Karena kita enggak tahu anak sekolah itu pulang ke mana terkadang bisa kontak dengan orang di luar sekolah. Ini bisa menjadi satu peringatan dari sekolah juga diingatkan untuk langsung pulang ke rumah," kata Retno.
Baca Juga: PTM 100 Persen Jalan Terus Meski Covid-19 Belum Reda, Pemerintah Ingatkan Jaga Prokes
Dalam kurun waktu dua bulan, terjadi tren peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 pada anak usia sekolah yakni sebesar 33,81% (22.980 kasus). Itu memberikan kontribusi penambahan kasus nasional sebesar 15,15%.
Per tanggal 9 September 2022, cakupan vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun masih rendah dibandingkan cakupan vaksinasi pada anak kelompok usia 12-17 tahun, dengan cakupan dosis pertama mencapai 79,94% (21.105.395 anak), dan untuk vaksinasi dosis kedua baru mencapai 66,20% (17.475.772 anak).
(jqf)