LANGIT7.ID - , Jakarta - Salah satu wujud kontribusi
pesantren sebagai
lembaga pendidikan asli Indonesia, ialah memberikan pengaruh besar terhadap pembangunan bangsa. Hal tersebut dilihat dari banyaknya tokoh pemimpin dengan latar belakang pendidikan pesantren.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, M. Ali Ramdhani menyebutkan, para tokoh bangsa mulai dari Presiden ke-4 RI
KH Abdurahman Wahid, Wakil Presiden
KH Mar'uf Amin serta sejumlah menteri kepala daerah pèrnah menjadi
santri.
Baca juga: Kemenag Yakin Pesantren Masih Aman untuk AnakMenurut Dhani, hal tersebut memberikan fakta bahwa pesantren menjadi salah satu tempat belajar yang aman, layak, dan tepat untuk pengembangan generasi penerus bangsa.
"Belakangan eksistensi pesantren sedikit terganggu akibat adanya isu
kekerasan seksual, dan
terorisme yang muncul dan menyeret pesantren," katanya dikutip dalam laman resmi Kemenag Sabtu (17/9/2022).
Dhani mengungkapkan, hal ini kerap menjadi kekhawatiran bagi sebagian orang tua yang ingin menitipkan anaknya dalam pengasuhan pendidikan pesantren.
Lebih lanjut, Dhani menegaskan seharusnya kekhawatiran tersebut tidak perlu muncul, jika orang tua memahami bagaimana sesungguhnya pesantren.
Baca juga: Sosiolog UI Sebut Empat Faktor Penyebab Munculnya Kekerasan di Pesantren“Saya ingin mengingatkan bagi seluruh anak bangsa, terutama kepada seluruh orang tua yang hari ini ingin menitipkan anaknya di pondok pesantren, bahwa perlu melihat apakah lembaga yang menyebut dirinya pesantren memiliki
arkanul ma’had (rukun pesantren),” tutur Dhani.
Dhani juga menjelaskan, terdapat lima hal yang menjadi
arkanul ma’had. Yaitu, kiai yang menjadi figur teladan sekaligus
pengasuh yang membimbing santri.
“Lihat sanad keilmuannya. Sanad keilmuannya jelas, ada kiainya. Jangan menitipkan ke pesantren yang gurunya hanya satu tunggal,” ujar Dhani.
Selanjutnya yang harus terpenuhi adalah adanya santri mukim, adanya pondok atau asrama, ada fasilitas masjid atau mushala, serta kajian kitab kuning.
Baca juga: Wapres Dorong Pesantren Lakukan Rekayasa Sistem Tanam Hidroponik“Jadi perhatikan, sanad keilmuannya, ada kiainya, memiliki fasilitas yang baik, dan ada pembelajaran kitab kuning,”tegas Dhani.
Dhani menambahkan, bahwa pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan yang bersifat inklusif sehingga orang tua boleh menengok serta masyarakat bisa melihat.
"Dengan demikian saya bisa mengatakan pesantren aman dan layak menjadi tempat orang tua menitipkan pendidikan anak,” tutupnya.
(est)