Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Azyumardi Azra, Tokoh Muslim Bangsa yang Torehkan Prestasi Dunia

ummu hani Ahad, 18 September 2022 - 14:50 WIB
Azyumardi Azra, Tokoh Muslim Bangsa yang Torehkan Prestasi Dunia
Prof Azyumardi Azra saat sertijab Ketua Dewan Pers. (Foto: Dok Dewan Pers).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Dewan Pers, Prof Azyumardi Azra, wafat di rumah sakit daerah Selangor Malaysia. Tokoh muslim Indonesia ini memiliki segudang prestasi di dunia pendidikan.

Dalam biografi Azyumardi Azra dirangkum dalam Respository UIN Banten semasa hidupnya, Azyumardi dikenal sebagai sosok yang kritis dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Pria yang merupakan anak ketiga dari pasangan Azikar dan Ramlah ini lahir di Lubuk Alung, Sumatera Barat, pada 4 Maret 1955. Dia sempat mengalami masa-masa sulit saat kecilnya, namun sang ayah tetap mengupayakan anaknya bersekolah.

Baca Juga: Kabar Duka, Prof Azyumardi Azra Meninggal akibat Serangan Jantung

Semangat sang ayah pun tak sia-sia, Azyumardi Azra tumbuh menjadi seorang anak yang hebat dan berprestasi. Dia bahkan punya hobi membaca kata-kata yang terpampang di badan bus, belakang truk, dan robekan kertas koran.

Pada 1963 Azyumardi mauk ke sekolah dasar SD Negeri 01 Lubuk Alung, yang berada dekat dengan rumahnya. Semasa SD, Azyumardi memulai kecintaannya pada buku. Ia kerap meminjam buku di perpustakaan sekolah dan membawanya pulang ke rumah.

Setelah selesai menempuh pendidikan SD, pada 1969, Azyumardi melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Padang. Di tingkat sekolah menengah ini, Azyumardi dikenal sebagai anak cerdas, terutama di pelajaran Matematika.

Kemahirannya di bidang pelajaran tersebut membuat Azyumardi diminta teman-temannya untuk menjelaskan materi apabila guru Matematika di sekolah sedang tidak hadir.

Sementara itu di luar sekolah dalam bidang sosial keagamaan, Azyumardi banyak bersentuhan dengan nilai-niai Islam modernis. Meski demikian, ia juga banyak bersentuhan dengan tradisi Islam tradisional.

Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan sekolahnya, Azyumardi kemudian melanjutkan kuliah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jakarta. Semasa kuliah, Azyumardi dikenal sebagai aktivis di organisasi intra maupun ekstra di kampus.

Di Intra, Azyumardi menjabat sebagai ketua Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah. Sementara di ekstra, Azyumardi menjadi ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ciputat.

Lalu pada 1986, Azyumardi memeroleh beasiswa S2 Fullbright di Universitas Colombia, New York, Amerika Serikat dengan konsentrasi sejarah.

Dalam dua tahun, ia berhasil menyelesaikan program MA pada Departemen Bahasa dan Kebudayaan Timur Tengah pada 1988.

Setelah menyelesaikan seluruh pendidikannya, Azyumardi melanjutkan kariernya dengan bergabuh di majalah Panji Masyarakat. Azyumardi merasa pekerjaan ini cocok untuknya karena hobinya membaca, senang menulis, dan mengamati.

Azyumardi menjadi wartawan di Panji Masyarakat dan bertugas untuk memuat berbagai isu aktual, baik nasional maupun internasional. Azyumardi juga bertanggungjawab mebuat laporan tentang duniaIslam.

Selanjutnya pada 1982 Azyumardi mendapat ajakan temannya Herman Hidayat untuk bekerja di Lembaga Riset Kebudayaan Nasional (LRKN) di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Namun, karena ada ketidaksesuaian pandangan dengan Direktur LRKN, Azyumardi memutuskan keluar pada 1983.

Kabar mundurnya Azyumardi dari LKRN terdengar sampai ke telinga Rektor IAIN, Prof Harun Nasution. Kemudian guru besar UIN itu menarik Azyumardi menjadi dosen.

Pada 1985, dia menjadi tenaga pengajar di Fakultas Tarbiyah mata kuliah Filsafat. Meski sudah menjadi dosen, Azyumardi masih aktif bekerja di Panji Masyarakat dan aktif dalam kelompok-kelompok diskusi.

Selanjutnya pada 1995, Azyumardi diangkat menjadi wakil Direktur PPIM (Pusat Pengabdian Islam dan Masyarakat).

Jabatannya ini sesuai dengan keputusan Quraish Shihab, yang saat itu menjabat sebagai rektor IAIN untuk meminta Azyumardi mengisi jabatan struktural kampus sebagai pembantu Rektor I.

Azyumardi bertanggungjawab dalam bidang akademik. Tak lama menjabat, pada 1997 Azyumardi diangkat menjadi Menteri Agama Kabinet Pembangunan VII.

Lalu pada 1998, Azyumardi yang saat itu berusia 43 tahun dilantik menjadi rektor IAIN Jakarta dan mengubahnya menjadi Universitas Islam Negeri.

Saat itulah dia memulai langkah-langkah perubahan dengan menerapkan mandat lebih luas dan memperkuat Jurusan Psikologi Islam yang sudah ada.

Pada akhir 2006, masa jabatan Azyumardi habis dan kemudian digantikan oleh Prof Komaruddin Hidayat. Lalu pada 2007 hingga 2015, Azyumardi diangkat menjadi Direktur Pascasarjana UIN Jakarta.

Berkat kiprahnya di dunia pendidikan dan agama, Azyumardi mendapatkan pengharagaan The Commander of the British Empire (CBE Award) yang diberikan oleh Ratu Inggris, Elizabeth II pada 2010.

Azyumardi dinilai berjasa memberikan kontribusi penting dalam membangun hubungan baik antar agama di tingkat internasional, termasuk Indonesia dan Inggris.

Azyumardi menjadi orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan ini. Azyumardi juga mendapat penghargaan Sarwono Prawirohardji Memorial Lecture (SML) dari LIPI pada 2017 karena dedikasinya di bidang keilmuan Sejarah Peradaban Islam Indonesia.

Selain itu, mendiang Azyumardi juga mendapatkan penghargaan The Order of the Rising Sun: Gold and Silver Star dari pemerintah Jepang. Penghargaan ini diberikan karena kontribusi Azyumardi dalam peningkatan pertukaran akademis antara Jepang dan Indonesia.

Ini merujuk saat Azyumardi menjadi Rektor UIN dengan menginisiasi program Japan-Indonesia Friendship Memorial untuk pembangunan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)