LANGIT7.ID, Banten - Partai Gerindra Banten menggelar vaksinasi bagi masyarakat umum di 22 titik tersebar di wilayah Provinsi Banten yang dimulai pada hari ini, Sabtu (14/8) dan Ahad (15/8) besok. Vaksinasi ini digelar guna mempercepat herd immunity warga.
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan, Gerindra sebagai kekuatan partai politik memiliki tanggung jawab untuk mendukung segala bentuk kebijakan pemerintah dalam rangka penanganan Covid-19 di Indonesia.
"Di tingkat pusat, provinsi, kabupaten dan kota kita sudah perintahkan untuk mensupport semua kegiatan pemerintah yang dimaksudkan untuk mencegah Covid-19. Termasuk refocusing anggaran juga kita dukung melalui DPRD," kata Muzani dalam keterangannya, Sabtu.
Lebih lanjut, Muzani menjelaskan bagi mereka yang terdampak positif Covid-19, diberikan bantuan paket obat selama isoman, di berikan bantuan sembako dan kebutuhan pokok lainnya.
"Dengan kapasitas terbatas kami juga telah memerintahkan kepada seluruh anggota DPR dan DPRD Gerindra agar turun langsung ke dapil masing-masing untuk memberikan bantuan tersebut secara langsung," ujar Muzani.
Dia juga meminta kepada pengurus DPD Gerindra di 34 provinsi agar bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk menggelar program vaksinasi.
Baca juga:
Selain Ancol, Wisata ke TMII Juga Siapkan Syarat Wajib Vaksinasi"Kita imbau kepada seluruh pengurus DPD Gerindra untuk mengupayakan program vaksinasi bekerjasama dengan dinas kesehatan di wilayah masing-masing seperti yang kita lakukan sekarang ini," ujarnya.
Pada kesempatan sama, Sekretaris DPD Gerindra Banten Andra Soni mengatakan, melihat antusiasne warga Banten yang mengikuti program vaksinasi ini cukup tinggi, maka Gerindra akan mengupayakan program vaksinasi selanjutnya.
Saat ini, DPD Gerindra bekerjasama dengan dinas kesehatan Provinsi Banten menggelar vaksinasi di 22 titik yang tersebar di wilayah Banten.
"Vaksinasi di 22 titik menyasar 4.000 orang. Tapi berdasarkan pengalaman hari ini, ternyata antusiasme masyarakat tinggi dan kita upayakan untuk melakukan program vaksinasi lagi," katanya.
(sof)