LANGIT7.ID - , Jakarta - Ketersediaan
vaksin meningitis di Indonesia dilaporkan langka. Akibatnya,
jamaah umrah terancam gagal berangkat karena terganjal regulasi vaksin meningitis yang ditetapkan pemerintah.
Diketahui, Arab Saudi dikenal sebagai daerah endemis meningitis sejak ditemukannya kasus pertama kali pada jemaah haji pada 1987. Lantas apa itu penyakit meningitis?
Melansir dari Mayoclinic, Senin (26/9/2022) meningitis merupakan
peradangan pada cairan dan selaput (meninges) yang mengelilingi otak serta sumsum tulang belakang. Pembengkakan akibat meningitis memicu tanda dan gejala, seperti sakit kepala,
demam, dan leher kaku.
Baca juga: Vaksin Meningitis Langka, Amphuri Desak Pemerintah Relaksasi Kewajiban Jamaah UmrahGejala awal meningitis awal menyerupai flu (influenza). Gejala yang timbul pada bagian neurologis berupa kejang, gangguan sensorik, sulit bangun, kaku pada leher, dan kehilangan konsentrasi.
Penyebab Meningitis
Sebagian besar kasus meningitis disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, dan jamur. Sebagian kasus meningitis dapat membaik selama beberapa minggu, tanpa pengobatan. Namun, beberapa kasus juga dapat mengancam jiwa dan perlu perawatan
antibiotik darurat.
Sementara itu, kondisi meningitis purulenta, paling sering disebabkan oleh Meningococcus, Pneumococcus, dan Haemophilus influenzae. Tetapi, penyebab utama meningitis serosa berupa mycobacterium tuberculosis dan virus.
Baca juga: Dubes UAE Melepas 50 Jamaah Umrah Hilal Ahmar
Jenis Meningitis
1. Meningitis Virus
Meningitis virus merupakan yang paling ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya. Sebagian besar kasus disebabkan oleh sekelompok virus enterovirus.
2. Meningitis Kronis
Organisme yang tumbuh lambat (seperti jamur dan Mycobacterium tuberculosis) menyerang selaput dan cairan di sekitar otak sehingga menyebabkan meningitis kronis.
Meningitis kronis berkembang selama dua minggu atau lebih. Gejala meningitis kronis, antara lain sakit kepala, demam, muntah, dan sekidikit gangguan mental.
3. Meningitis Jamur
Meningitis jamur relatif jarang terjadi. Penyakit jenis ini sering disebabkan karena menghirup spora jamur yang dapat ditemukan di tanah, kayu membusuk, dan kotoran burung.
Meningitis jamur tidak menular dari orang ke orang. Namun, meningitis ini mengancam jiwa jika tidak diobati dengan obat antijamur.
4. Meningitis parasit
Meningitis parasit disebabkan oleh infeksi cacing pita di otak (sistiserkosis) atau malaria serebral. Parasit utama yang menyebabkan meningitis biasanya menginfeksi hewan.
Orang biasanya terinfeksi dengan memakan makanan yang terkontaminasi parasit ini. Meningitis parasit tidak menyebar antar manusia.
Baca juga: Jamaah Umrah Indonesia Perdana sejak Pandemi Tiba di Arab Saudi
Cara Mencegah Meningitis
Selain vaksin, ada cara lain untuk mencegah meningitis, salah satunya dengan
menjaga kebersihan. Rajin
mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.
Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan makanan juga. Hindari berbagi alat makan, pelembab bibir, atau sikat gigi dengan orang lain. Lakukan olahraga secara teratur serta konsumsi makanan sehat setiap hari, seperti buah, sayur, dan biji-biijian.
Jika sedang hamil, berhati-hatilah dengan makanan. Hindari konsumsi keju terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi. Kurangi risiko lesteriosis dengan memasak daging hingga matang.
(est)