LANGIT7.ID - , Jakarta - Beberapa waktu lalu para penggemar
grup JKT48 dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan salah satu personilnya, Zee JKT48 atau Azizi Asadel, sedang mengisap
rokok elektrik atau
vape.
Akibatnya, ia menuai hujatan dari para netizen karena menganggap apa yang dilakukannya merupakan perilaku tak elok. Menanggapi itu, Zee pun menyampaikan permohonan maafnya saat sedang tampil di suatu acara.
Baca juga: Hasil Studi: Vape Bisa Tingkatkan Risiko Disfungsi Ereksi“Terkait hal tersebut, aku sudah bicara dan menjelaskannya kepada manajemen. Di sini, aku mau minta maaf sebesar-besarnya dari lubuk hati yang dalam karena telah membuat kalian merasa tidak nyaman dan khawatir. Selanjutnya, aku akan berusaha menjadi lebih baik,” ujar Zee dalam video yang beredar, dikutip Selasa (27/9/2022).
Lantas, apakah mengisap vape berbahaya?
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa rokok elektrik sama bahayanya dengan
rokok konvensional. Kandungan yang terdapat dalam rokok elektrik antara lain nikotin, zat kimia, serta peras atau flavour yang bersifat
toxic atau racun.
Jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, zat-zat ini bisa menyebabkan masalah kesehatan serius di masa depan seperti penyakit kardiovaskular, kanker,
paru-paru,
tuberkulosis, dan lainnya.
Baca juga: Rokok Elektrik Lebih Sehat, Siapa Bilang? Ini Faktanya“Merokok elektrik itu sama bahayanya dengan merokok konvensional. Tidak ada bedanya risiko merokok konvensional dan elektrik. Dua-duanya sama bahayanya, baik itu sekarang dari segi sosial ekonomi maupun untuk masa depan masalah penyakit yang mungkin timbul dari aktivitas merokok elektrik,” ujar Dante dikutip dari Kemenkes, Selasa (27/9/2022).
Dia melanjutkan, konsumsi rokok elektrik di kalangan remaja turut berdampak pada tingginya prevalensi perokok elektrik di Indonesia.
Dari hasil survei Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2021 menunjukkan prevalensi perokok elektrik naik dari 0.3 persen (2011) menjadi 3 persen (2021). Kemudian, prevalensi perokok remaja usia 13-15 tahun juga meningkat sebesar 19,2 persen.
Dari temuan ini, Dante berharap dapat menjadi landasan bagi para
stakeholder dan masyarakat terutama orang tua untuk bersama-sama menghentikan aktivitas merokok terutama di kalangan remaja.
Sebab, jika tidak segera dihentikan, kebiasaan buruk merokok pada generasi muda dikhawatirkan kian meningkat serta menimbulkan kesehatan serius di masa depan.
Baca juga: Kisah Annisa Rahma Eks Cherrybelle dan Melody Eks JKT48 Putuskan Berhijab“Temuan survei GATS ini diharapkan bisa menjadi sarana edukasi berbasis keluarga supaya orang mau berhenti merokok dan mau membelanjakan uangnya untuk makanan bergizi dan kegiatan bermanfaat dibandingkan membeli rokok,” pungkasnya.
(est)