LANGIT7.ID - , Jakarta - Pria yang menggunakan rokok elektrik dua kali lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi dibandingkan mereka yang tidak menggunakan vape. Fakta tersebut berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan American Journal of Preventive Medicine, kemarin.
Penelitian tersebut dilakukan untuk mempelajari hubungan antara merokok vape dengan kesehatan seksual. Para peneliti menganalisis data yang dilaporkan sendiri dari lebih dari 13.000 pria berusia 20 tahun ke atas yang disurvei dalam Penilaian Populasi Nasional untuk Studi Tembakau dan Kesehatan.
Baca juga: Hati-hati, Merokok Masih Jadi Penyebab Utama Penyakit Paru Obstruktif KronisMereka yang melaporkan penggunaan rokok elektrik setiap hari 2,2 kali lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi dibandingkan dengan pria yang tidak pernah vaping, terlepas dari faktor risiko lainnya.
Dalam sampel pria di bawah 65 tahun dengan indeks masa tubuh (IMT) normal dan tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, trennya tetap ada yaitu merokor elektrik, 2,4 kali lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi dibandingkan non-vaper.
Menurut asisten profesor di Departemen Kesehatan Kependudukan di NYU Langone Omar El Shahawy seperti dikutip dari Insider, Kamis (2/11/2021), orang yang menjadikan vape sebagai alternatif lebih sehat untuk rokok, mengonsumsi nikotin secara berlebihan akan selalu membawa risiko.
“Bagi pria yang merokok dan ingin beralih karena vaping kurang berbahaya, harus mencoba membatasi vaping mereka karena sama sekali tidak bebas risiko,” tambahnya.
Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat, disfungsi ereksi berdampak pada satu dari lima pria berusia di atas 20 tahun. Tetapi, dimungkinkan ada bias dalam data untuk tingkat vaping dan disfungsi ereksi.
Survei tersebut juga tidak menyertakan data apakah responden mengonsumsi obat yang dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi, seperti antidepresan atau beta blocker.
Baca juga: Perlindungan Pelajar Terhadap Paparan Rokok Masih LemahEl Shaway menjelaskan, Sudah sejak lama merokok sigaret dikaitkan dengan disfungsi seksual pada pria dan wanita. Karena potensi paparan kadar nikotin yang tinggi secara konsisten dapat merusak fungsi pembuluh darah.
Mempertimbangkan bahwa banyak rokok elektrik generasi baru memiliki konsentrasi nikotin yang sangat tinggi, sering menggunakannya dapat menyebabkan efek yang sama.
(est)