LANGIT7.ID - , Jakarta - Siapa yang tak kenal dengan Tere Pardede,
penyanyi era 2000-an yang sempat duet dengan Pas Band membawakan lagu 'Kesepian Kita'. Selain sebagai penyanyi, Tere yang dikenal dengan
Annisa Theresia juga duduk di kursi parlemen. Saat itu, Tere menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2009-2014 dari
Partai Demokrat untuk Dapil Jawa Barat II.
Belum menyelesaikan jabatannya, Tere memutuskan untuk mengajukan
pengunduran diri dari DPR pada 21 Mei 2012 dengan alasan kepentingan keluarga.
Baca juga: Annisa Theresia: Allah SWT adalah Segala Sumber KebenaranNamun tak hanya itu, dalam bincang-bincang dengan Angelina Sondakh di kanal YouTube Keema Entertainment, Rabu (28/9/2022) Tere mengaku ada kekecewaan terhadap sistem di dalam DPR selama dirinya menjabat.
“Dulu kan semangatnya ketika masuk (DPR) untuk berkontribusi, saat itu
representasi gender. Tapi ketika masuk, ngerasa kecewa sama sistem. Sejak 2011 sudah ngerasa ada yang tidak enak, hati tidak bisa dilawan,” kenang Tere.
Selain itu, Tere juga mengaku diperingatkan oleh teman-teman
musisi terkait dengan jabatannya di lembaga wakil rakyat itu.
“Jadi teman-teman musisi pada bilang ke aku, ‘Gimana masih sadar nggak?’ kata mereka gitu,” tutur Tere.
Salah satu alasan ketidaknyamanan Tere duduk di kursi DPR adalah karena banyak anggota yang datang tidak tepat waktu.
“Jadi waktu itu rapat paripurna, datang harus tepat waktu bahkan sebelum waktunya. Pas sampai sana, pintunya belum dibuka. Katanya saja anggota DPR, kita wakil, rakyat yang di atas,” ucap Tere.
Baca juga: Cegah Serangan Siber, DPR Sahkan Anggaran BSSN Rp624 MiliarTere menuturkan, ada sejumlah prinsip yang keliru di lingkungan DPR. Salah satunya terkait dengan konsep DPR sebagai wakil rakyat.
“Harusnya anggora DPR itu pelayan rakyat, itu konsepsi yang aku pelajari. Namun kebalik, jadi kaya badan eksekutif yang menguasai kesejahteraan rakyat yang diwakili,” ungkapnya.
Setelah menyadari, DPR seperti tidak di posisi seharusnya sebagai wakil rakyat, Tere memutuskan untuk mundur dari jabatannya.
“Terasanya kaya i’m not belong here, dalam konteks perempuan ternyata paling banyak dikomodifikasi di dalamnya (DPR). Ketika kita bicara tentang kebijakan publik itu pada akhirnya dikuasai oleh komponen-komponen tinggi di dalamnya,” ucap Tere.
Baca juga: Komisi I DPR: Bjorka Buka Tabir Keamanan Digital, Data Pribadi Rawan Bocor(est)