LANGIT7.ID, Paris - Grande Mosquée de Paris merupakan masjid yang terletak di Arondisemen V di Paris. Masjid ini didirikan setelah Perang Dunia I sebagai tanda terimakasih Prancis kepada komunitas muslim yang turut berperang melawan Jerman.
“Masjid ini merupakan hadiah dari pemerintah Prancis kepada umat Islam yang berpartisipasi dalam Perang Dunia I,” kata Duta Besar Indonesia untuk Spanyol,
Dr Muhammad Najib, saat berkunjung ke masjid tersebut, Rabu (28/9/2022).
Dalam Perang Dunia I, Prancis dan Inggris memimpin blok Sekutu di satu pihak, melawan Jerman dan Turki di pihak yang lain. Perang dimenangkan oleh Sekutu, termasuk mengalahkan Turki.
Baca Juga: Masjid Agung Paris: Simbol Islam di Prancis, Ramah pada Nonmuslim
Masjid tersebut dibangun mengikuti gaya mudéjar, memperlihatkan aspek klasik dan perkembangan peradaban seni Islam. Menaranya memiliki tinggi 33 meter.
Grande Mosquée de Paris merupakan masjid pertama yang dibangun di Prancis dan merupakan masjid terbesar di negara Eropa Barat tersebut. Seluruh pendanaan masjid yang dibangun di lokasi bekas Rumah Sakit Mercy ini disediakan oleh pemerintah Prancis.
Peletakan batu pertama dilakukan pada 1922. pada 15 Juli 1926, bangunan Grande Mosquée de Paris diresmikan secara simbolis oleh Presiden Prancis saat itu, Gaston Doumergue.
Ahmad al-Alawi (1869-1934), seorang tokoh sufi berdarah Aljazair, ditunjuk sebagai Imam salat pertama. Imam Masjid Raya Paris ini dijabat oleh Mufti Dalil Boubakeur yang juga merupakan Presiden Dewan Muslim Prancis.
Baca Juga: Strategi Dakwah Komunitas Muslim Turki di Amsterdam
Selain arsitektur klasik indah dan luas, masjid ini juga melakukan banyak kegiatan. Bukan hanya salat lima waktu, tapi juga ada kelas-kelas khusus untuk anak-anak, orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan.
Hal yang menarik, masjid ini menyediakan restoran. Masakan yang disediakan enak dan selalu ramai didatangi pengunjung. Bahkan, bukan hanya umat Islam yang makan di restoran itu, tapi juga warga Prancis dan wisatawan.
“Karena sekarang masjid ini menjadi destinasi wisata menarik di kota Paris. Semoga pada saatnya saudara-saudara dapat berkunjung ke masjid yang indah dan bersejarah ini,” kata Najib.
(jqf)