LANGIT7.ID - , Jakarta - Islam menganjurkan umatnya untuk saling memberi perhatian, seperti dengan bertukar
hadiah. Perilaku ini merupakan ungkapan
kasih sayang dan menjaga
silaturahmi antara si pemberi dan penerima.
Bahkan, dalam beberapa ayat Alquran juga hadits menekankan pentingnya memberi. Seperti firman Allah swt di dalam surat An-Nahl ayat 90 yang berbunyi,
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.”
Baca juga: 6 Keutamaan Ucapkan Kalimat Innailillahi Wa Innalillahi RojiunAyat ini menjelaskan bagaimana Allah swt memerintahkan pada umat Islam untuk berbuat kebajikan dan menjauhi kemungkaran juga permusuhan. Dengan kata lain, memberi hadiah sejatinya adalah perintah Allah swt.
Sementara dalam hadist disebutkan pentingnya memberi hadiah, meski kecil.
"Wahai para wanita
muslimah, janganlah seorang
tetangga memandang rendah pemberian tetangganya, walaupun hanya kaki kambing." (HR. Bukhari).
Di samping itu ada keutamaan-keutamaan di balik memberi hadiah dalam Islam, di antaranya adalah mencari
ridho Allah swt.Dengan memberi hadiah sama dengan membangun harmonisasi, dan hal ini merupakan sesuatu yang disukai Allah, umatnya hidup selaras satu sama lain.
Terlebih bila niat memberi hadiah adalah menyambung tali silaturahmi pemberi dan penerima. Maka sama dengan memperkuatan ikatan kita dan mendapat keridhaan Allah swt.
Baca juga: Membawa Syafaat di Hari Kiamat, Ini Keutamaan Baca Al-Qur'anJuga, ketika kita
ikhlas dan tidak berharap apa-apa saat memberi hadiah, pemberian tersebut dianggap sebagai
sedekah.
Keutamaan selanjutnya adalah menjalankan sunnah. Rasulullah SAW bersabda, “Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai. (HR. Bukhari).
Rasulullah saw menganjurkan untuk saling bertukar hadiah agar terjali rasa cinta dan kasih sayang. Namun, perlu menjadi perhatian, memberi hadiah dengan cara sunnah adalah yang sesuai dengan kemampuan.
“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai kamu mencintai saudaramu seperti kamu mencintai dirimu sendiri.” (HR. Bukhari & Muslim).
Di mata Allah SWT, tidak ada pemberian yang terlalu kecil. Jadi, saat menerima hadiah, maka terimalah dengan senang hati dan jangan meremehkan hadiah tersebut.
Kemudian, memberi hadiah juga dapat menghapus perasaan sakit. Dalam sebuah hadits, Rasulullah berkata:
Baca juga: Keutamaan Memuliakan Tetangga dalam Islam“Saling bersalamanlah (berjabat tanganlah) kalian, maka akan hilanglah kedengkian (dendam). Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai dan akan hilang kebencian.” (HR. Malik).
Perlu dipahami, memberi hadiah tidak harus untuk acara khusus saja. Sahabat bisa melakukan hal sederhana misalnya dengan menghantar panganan atau masakan ke tetangga kanan kiri.
Antaran atau hadiah yang diberikan dengan hati tulus bisa menyembuhkan perasaan sakit hati atau kesalahpahaman antara Sahabat. Karenanya, hadiah bisa jadi cara yang bagus untuk memperbaiki hubungan.
Terakhir, keutamaan memberi hadiah adalah sebagai tanda syukur dan mengungkapkan rasa terima kasih Sahabat. Hadiah tidak harus mahal, tetapi buatlah hadiah yang bijaksana. Ketika Anda memberi hadiah dengan ihsan (keunggulan), itu akan selalu dihargai.
Baca juga: 5 Keutamaan Membaca dan Memahami Al-Qur'an(est)