LANGIT7.ID, Malang - Arema FC mendirikan
crisis center atau Posko Informasi merespons
tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menewaskan 125 korban jiwa. Crisis Center menerima laporan dan penanganan korban yang dirawat di rumah sakit.
"Arema FC menyampaikan duka mendalam atas musibah di Kanjuruhan. Manajemen Arema FC turut bertanggung jawab untuk penanganan korban baik yang telah meninggal dunia dan yang luka-luka," ungkap Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, Ahad (2/10/2022).
Manajemen
Arema FC menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban. Saat ini manajemen Arema FC terus berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan untuk mengurus para korban.
Baca juga: La Liga Berkabung Tragedi Kanjuruhan, Pemain Valencia dan Espanyol Lakukan Penghormatan"Kepada keluarga korban manajemen Arema FC memohon maaf sebesar besarnya serta siap memberikan santunan. Manajemen siap menerima saran masukan dalam penanganan pasca musibah agar banyak yang diselamatkan," karta Abdul Haris.
Pernyataan belasungkawa dan permohonan maaf juga disampaikan Presiden Arema C Gilang Widya Pramana. Dia menyatakan, Arema siap menanggung beban biaya perawatan kesehatan bagi para korban.
“Kami meminta agar diberikan pelayanan yang maksimal dalam penanganan korban luka-luka dan meminta pusat-pusat kesehatan untuk menyampaikan pembiayaannya kepada manajemen Arema," jelasnya.
Baca juga: Derby Manchester, Pemain Kenakan Pita Hitam atas Tragedi KanjuruhanDi sisi lain, Gilang juga mendukung penuh investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait insiden tersebut.
"Kami juga mendukung penuh pengusutan yang dilakukan pihak kepolisian, dan memohon pihak-pihak untuk menahan diri sampai benar-benar ketemu titik terang permasalahannya," tegas Gilang.
(sof)