LANGIT7.ID, Jakarta - Kiai
Tebuireng Jombang mendorong adanya kajian khusus sepakbola Indonesia. Tragedi
kerusuhan Kanjuruhan di Malang harus perlu dicari maslahah dan mafsadah.
KH Ahmad Musta'in Syafi'ie meminta
intelektual muslim turut mencari solusi terkait kerusuhan Kanjuruhan. Sebab tragedi terkait ratusan nyawa, sehingga tak boleh diam.
"Kalau tahlilaan mendalil, lalu vaksin ada fatwanya, maka menghilangkan nyawa dalam peristiwa Kanjuruhan juga tidak boleh diam," kata dia dilansir
NU Online dikutip Selasa (4/10/2022).
Baca Juga: Muhammadiyah Sesalkan Penggunaan Gas Air Mata Tangani Kerusuhan di KanjuruhanDia meminta, MUI, Syuriyah NU, Majelis Tarjih Muhammadiyah, dan akademisi untuk menyelenggarakan seminar bahtsul masail (kajian khusus) untuk membahas sepakbola dalam negeri.
"Terutama dari perspektif maslahah dan mafsadah," ujarnya.
Kemudian, lanjut dia, hasil kajian ilmiah itu direkomendasikan ke pemerintah. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab ilmuwan Muslim di hadapan Allah SWT.
Dia juga berharap, agar intelektual muslim bisa meniru Al-Imam Al-Ghazali, dengan pola syadd al-dzari'ah. Menunjuk bahwa setiap permainan yang sangat berpotensi menimbulkan al-'adawah (permusuhan fisik), al-baghdla' (perseteruan psikhis), shadd 'an dzikr Allah (terpental dari Allah) hukumnya haram.
"Bukan haram fi nafs al-amr, tapi haram fi amr kharij. Hadana Allah," ujarnya.
Dia sangat menyayangkan tragedi serupa yang sering terjadi hanya bisa disesali pemerintah. Namun pada kenyataannya justru terus terulang.
"Perlu sikap lebih tegas. Oleh karenanya, apakah tidak lebih adil dan maslahah jika sepak bola juga dibubarkan atau klub tuan rumah saja dibubarkan. Jika sekadar diskors, sudah sering dan nyatanya tidak menimbulkan efek jera," katanya.
(bal)