LANGIT7.ID, Jakarta - Psikolog
Universitas Muhammadiyah Malang, Hudaniah, menyebutkan keluarga korban tragedi Kanjuruhan mengalami kehilangan berat. Sebab tidak sedikit dari mereka yang menjadi tulang punggung.
"Ada korban yang menjadi tulang punggung, anak pertama, anak tunggal, suami, anak, dan lainnya. Semakin kuat peran korban di keluarganya, maka semakin tinggi pula tingkat kehilangannya," katanya seperti dilansir laman
Muhammadiyah, dikutip Rabu (5/10/2022).
Menurutnya, istri dan anak-anak korban merasa kehilangan mendalam, terutama
korban meninggal yang merupakan tulang punggung keluarga.
"Pun dengan peran korban lainnya," ujarnya.
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat Minta Tragedi Kanjuruhan Diusut Profesional dan ProporsionalHudaniah menyebutkan, salah satu cara untuk mengurangi rasa kehilangan keluarga itu dengan cara dukungan sosial. Dukungan itu bisa diberikan oleh keluarga, tetangga, atau lembaga pemerintahan terdekat seperti RT atau RW yang bisa berusaha untuk menemani dan menenangkan keluarga korban.
Kemudian, lanjut dia, bila kondisi keluarga telah membaik, maka dianjurkan anggota keluarga yang ditinggalkan bisa move-on dan melakukan kegiatan lain untuk melanjutkan hidup.
"Para kerabat juga bisa membantu, baik dari segi material maupun non-material. Kami juga berupaya hadir, menemani, dan mendengarkan keluh kesah keluarga yang ditinggalkan."
"Itu saya rasa bisa membantu. Kami juga berpesan agar jangan sampai para tetangga menanyakan kronologi dan kejadiannya. Karena hal itu malah akan memperburuk keadaan," ujar Hudan.
(bal)