LANGIT7.ID - , Jakarta - Dokter spesialis kedokteran jiwa (
psikiater), dr Pangeran Ericson Arthur Siahaan menyebut proses
perkembangan mental pada anak terjadi sejak dalam kandungan ibu.
"Bahkan ketika seorang anak itu masih dalam kondisi
janin atau masih dalam kandungan ibunya, itu merupakan proses perkembangan. Karena ibu hamil dan nutrisi yang diasup itu akan membantu proses perkembangan seorang anak ketika sudah lahir," ujar dr Erickson dalam Webinar bertajuk Ingin Anak Berprestasi? Dukung
Kesehatan Mental Anak di Sekolah & Keluarga, Senin (10/10/2022).
Baca juga: Ingin Anak Memiliki Mental Sehat? Hindari Hal-hal Ini!Beberapa penelitian, imbuh dr Erickson, mengatakan
kecemasan berlebihan dan kurangnya suplai nutrisi ibu hamil berimbas pada janin. Karena itu, kata dr Erickon, kesehatan mental penting dipupuk sejak dini.
Terkait usia tepat mendeteksi
gangguan mental pada anak, dr Erickson mengaku tidak bisa memastikan langsung. Sebab, menurut pendiri dan ketua Indonesia Left Handed Community (Komunitas Teman-Teman Kidal Indonesia) itu, setiap anak memiliki rentan usia yang berbeda.
"Setiap rentan usia anak berbeda-beda. Ada yang memang kalau kita lihat dia tidak bisa mengikuti sesuai dengan perkembangannya. Misal kalau dia 1 tahun lalu belum bisa mulai jalan ataupun dia baru bisa jalan di usia 3 atau 4 tahun, itu artinya ada yang hambatan. Kita lihat apakah memang kurangnya stimulasi dari orang tua atau itu ada hambatan dari
disabilitas intelektual," katanya.
Meski demikian, dr Erickson menyarankan untuk tidak cepat mendiagnosis kondisi anak, terlebih membaca gejala dari internet.
Baca juga: Agar Tetap Sehat Mental, Curhat ke Allah SWT Bukan Media Sosial"Kita boleh lebih peduli, tetapi alangkah baiknya kalau kepedulian itu dilanjutkan dengan pemeriksaan lebih lanjut agar tata laksana dapat berjalan baik," pungkasnya.
(est)