LANGIT7.ID - , Jakarta - Terlalu lama bermain
media sosial memiliki efek negatif bagi
kesehatan mental. Sejumlah studi penelitian sudah membuktikan hal tersebut. Dijelaskan, media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan gangguan
kecemasan, risiko depresi dan masalah kejiwaan lainnya.
Pembina Masjid Al-Mi'raj Purbaleunyi, Ustaz Budi Prayitno memberikan beberapa tips untuk bisa sehat mental dalam bermedia sosial.
Baca juga: Hati-Hati Unggah Foto Anak di Media Sosial, Demi Terhindar 'AinPertama, jangan menjadikan media sosial sebagai rujukan utama. Menurutnya, isi yang ditampilkan di media sosial seringkali tidak
terverifikasi kebenarannya.
"Semua orang bisa menulis apapun yang terpikiran atau harapannya, bahkan sebuah kebohongan sekalipun. Maka itu, jangan jadikan rujukan utama," ujar Ustadz Budi dalam acara Sehat Mental di Era Modern, Selasa (13/9/2022).
Kemudian, jangan jadikan media sosial sebagai tempat
curhat. Dia mengingatkan bahwa tempat curhat terbaik adalah Allah SWT, bukan media sosial.
"Curhat terbaik itu kepada Allah SWT bukan di medsos, yang tidak suka kepada kita pasti menertawakan dan yang suka kepada kita tidak bisa berbuat apa-apa, hanya melihat saja," katanya.
Baca juga: 3 Syarat Utama Pilih Guru Kajian Agama di Media SosialLalu, jangan jadikan media sosial tempat bertengkar, tetapi jadikan sebagai tempat silaturahmi.
"Jadikanlah tempat silaturahmi, kalau dijadikan sebagai tempat bertengkar kita juga yang rugi, sudah bayar paket data tapi dijadikan tempat bertengkar," ucapnya.
Lebih lanjut, pembimbing haji dan umrah itu mengatakan untuk memanfaatkan platform media sosial sebagai ajang silaturahmi antar sesama.
"Jadikan (medsos) tempat silaturahmi, jangan hanya ditonton tetapi berinteraksi dengan orang lain. Hubungkan antara satu orang dengan yang lain, jadinya asyik. Kalau dijadikan tempat menonton orang lain itu akan tidak asyik bagi kita," pungkas Ustaz Budi.
Baca juga: Hindari Mudharat, Kenali Halal Haram Bergaul di Media Sosial(est)