LANGIT7.ID, Jakarta - Allah SWT akan memberikan hidayah kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Siapa sangka, ada kisah seorang Nasrani yang memutuskan masuk Islam hanya karena terbiasa ada di lingkungan Muslim.
Ini adalah kisah Stephanie Aquivera Seanto. Wanita yang terlahir sebagai seorang Katolik ini mengaku sudah lama ingin menjadi mualaf karena sering melihat orang beramai-ramai ke masjid untuk salat Jumat.
"Motivasinya itu sudah pengen dari lama tapi sebelum memberanikan diri jadi sekarang baru bertekad. Saya asli dari Nusa Tenggara Timur dan kuliah di Surabaya," ucap Stephanie, dalam YouTube Mualaf Center Aya Sofya, dikutip Jumat (14/10/2022).
"Mengenal Islam sejak lama dan saya tinggal di lingkungan muslim dekat dengan masjid," imbuhnya.
Stephanie mengatakan, sejak berkuliah di Surabaya, ia semakin mengenal Islam karena kebanyakan kerabatnya adalah Muslim.
Baca Juga: Kisah Mualaf: Profesor Matematika Dapat Hidayah Setelah Baca Quran"Saya sejak sekolah itu khusus Katolik lalu semakin kenal Islam saat di Surabaya, keluarga dari mama saya juga Islam. Saya sering main ke rumah kerabat dan melihat (kerabat muslim) ibadah tapi saya tidak bisa mengikuti (ibadahnya)," ujar Stephanie.
Sejak saat itu, Stephanie memiliki keinginan untuk masuk Islam karena terbiasa melihat aktivitas kerabat Muslimnya. Bahkan, Stephanie kerap mengikuti puasa di bulan Ramadan meski tidak secara penuh.
"Saya juga pernah ikut puasa tapi tidak sampai full. Akhirnya saya penasaran dan tanya-tanya tentang Islam kepada teman," katanya.
Usai perjalanan spiritual yang panjang, Stephanie pun memutuskan masuk Islam dan berikrar dengan mengucap dua kalimat syahadat di Masjid Assalam Purim, Surabaya, Jawa Timur.
Baca Juga: Kisah Perjalanan Mualaf Mantan Pendeta Dantje MumekMeski demikian, pertentangan itu tetap ada. Kakak dari Stephanie menyatakan keberatan atas keputusan besar sang adik.
"Orang tua saya dua-duanya sudah tiada (meninggal). Saya masuk Islam tanpa paksaan dan akhirnya bicara dengan kakak dan saudara lainnya. Mereka keberatan, tapi saya tetap bertekad (masuk Islam)," tutur Stephanie.
Terbukti, Allah SWT selalu memberikan hidayah kepada manusia meski harus menyesatkannya terlebih dahulu. Seperti firman-Nya dalam Al Quran surat Faathir ayat delapan berbunyi:
فإن الله يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ فَلا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ
"Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi hidayah (taufik) kepada siapa yang dikehendaki-Nya."
(zhd)