Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Perjalanan Hidup Koh Steven, Pembimbing Mualaf yang Tak Henti Berderma

Muhajirin Sabtu, 15 Oktober 2022 - 15:35 WIB
Perjalanan Hidup Koh Steven, Pembimbing Mualaf yang Tak Henti Berderma
Steven Indra Wibowo (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Almarhum Steven Indra Wibowo, akrab disapa Koh Steven merupakan muslim inspiratif mantan penganut agama Katolik. Saat hidayah menyapa, alumni Fakultas kedokteran Universitas Indonesia itu aktif berdakwah dan mendirikan Mualaf Center Indonesia (MCI).

Pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1981 itu pertama kali mengenal Islam karena didorong rasa penasaran. Dia iseng mempelajari Islam dan akhirnya jatuh cinta setelah mengetahui lebih banyak tentang Islam.

“Saya tidak pernah memilih Islam, bahkan tidak pernah kepikiran untuk memilih Islam sebagai agama. Saya dibesarkan di lingkungan katolik, keluarga saya Protestan,” kata Koh Steven di kanal Tafaqquh TV, dikutip Sabtu (15/10/2022).

Koh Steven masuk Islam dengan cara sederhana. Suatu ketika dia melihat salah seorang teman muslim tengah mendirikan shalat. Dia tertarik melihat gerakan berdiri, rukuk, dan sujud itu.

Baca Juga: Mendiang Koh Steven, Mualaf yang Istiqamah Berdakwah

Setelah itu, dia minta diajari cara shalat. Namun, sang teman tidak ingin lantaran Koh Steven adalah seorang Katolik. “Bro, belajar dong yang kayak tadi’. Temen nanyain, ‘apa?’ ‘Yang tadi?. ‘Oh shalat’. Belajar dong. ‘Ga boleh, lu kan bukan muslim,” kata Koh Steven.

Lantaran ingin belajar shalat, Koh Steven pun mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah itu baru diajari cara shalat. Meski awalnya tidak tahu apa-apa tentang Islam, Koh Steven akhirnya memperdalam ajaran agama Islam.

Perjalanan mendalami Islam itu tidak mudah. Dia pernah mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan, seperti mualaf pada umumnya. Dia pernah ditolak dan diusir bahkan mendapat perlakuan keras dari keluarga.

Tetapi, Koh Steven tidak menyesali keputusan tersebut. Dia makin mendalami ajaran Islam, mulai dari buku-buku bertema Islam hingga belajar kepada para ulama.

Baca Juga: Innalillahi, Sosok Pendiri Mualaf Center Indonesia Meninggal Dunia

Ujian berat pun tak luput dialami Koh Steven. Dia berjuang keras untuk menjalani hidup dan mempertahankan keyakinan. Dia pernah menjadi tukang bersih-bersih, kuli panggul, kernet truk pasir, hingga sales. Namun perlahan tapi pasti, kehidupan Koh Steven berubah. Dia pernah menjadi Kepala Departemen di salah satu perusahaan riset internasional di Indonesia. Pada 2003, dia mulai membangun jaringan mualaf di Yahoo groups. Lalu, 2004 dia mulai membuat website atau lebih dikenal Mualaf Center Indonesia (MCI).

Mendirikan Mualaf Center

Koh Steven mendirikan MCI sebagai tempat para mualaf berbagi cerita dan ilmu. Ada banyak program di MCI untuk membantu mualaf bisa lebih mengetahui tentang Islam.

Awal mula mendirikan MCI usai belajar iqro. Namun, dia tidak mendapatkan guru ngaji, sehingga mencoba mencari ustadz yang lebih profesional. Melalui MCI, Koh Steven banyak membimbing mualaf mendalami pengetahuan Islam. Dia juga dikenal sebagai sosok yang membimbing Roger Danuarta untuk menjadi mualaf.

Gelontorkan Rp14 M untuk Bantu Korban Terdampak Covid-19

Selain peduli terhadap mualaf, Koh Steven juga dikenal sebagai sosok dermawan saat pandemi Covid-19 mewabah di Tanah Air. Dia menguras habis harta benda senilai Rp14 Miliar yang terdiri dari rumah hingga motor gede untuk disumbangkan membantu korban terdampak corona.

Baca Juga: Ustaz Wildan Kenang Koh Steven: Sosok Mujahid Tiada Dua

Harta benda itu dikonversi menjadi ratusan ribu perlengkapan alat pelindung diri (APD) termasuk sarana produksi masker, sembako, dan makanan siap-santap bagi petugas di garda depan penanggulangan Covid-19 dan masyarakat terimbas.

“Saya memilih mengembalikan (harta) ini dengan cara yang baik. Momennya sekarang lagi bagus, karena cepat atau lambat (harta) itu akan kembali. Apalagi kelak Allah akan minta pertanggungjawaban,” kata Koh Steven kepada wartawan di Cisitu, Kota Bandung, Ahad (17/5/2020).

Meninggal Usai Salat Isya

Pengurus MCI, Agung Heru Setiawan, menceritakan, Koh Steven meninggal secara tiba-tiba pada Jumat malam (14/10/2022). Dia sama sekali tidak dirawat di rumah sakit. Koh Steven tiba-tiba saja tumbang usai menjalankan ibadah shalat Isya.

Koh Steven langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wonokromo, Surabaya. “Kronologi abis Shalat Isya, entah gimana ceritanya kolaps lalu dilarikan ke rumah sakit,” kata Agung.

Koh Steven akan dimakamkan di Bandung, Jawa Barat. Tepatnya di Firdaus Memorial Park, Ujung Berung.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)