LANGIT7.ID, Jakarta -
Joe Biden diminta Donald Trump mengundurkan diri sebagai presiden Amerika Serikat (AS) lantaran membiarkan Afghanistan diambil alih kelompok milisi Taliban. Trump pun mengolok Biden sebagai presiden yang tidak sah.
Selain menuding permasalahan di
Afghanistan, Trump juga mengkritik Biden terkait lonjakan kasus Covid-19 di AS. Tak berhenti di situ, Trump juga menyinggung permasalahan imigrasi, ekonomi, dan kebijakan energi.
Baca Juga: Taliban Ambil Alih Istana, Presiden Ashraf Ghani Melarikan Diri"Sudah waktunya Joe Biden mengundurkan diri secara memalukan karena membiarkan apa yang terjadi di Afghanistan," kata Trump dalam sebuah pernyataan tertulis, Selasa (17/8/2021).
"Ini seharusnya tidak menjadi masalah besar. Karena dia tidak terpilih secara sah," ujarnya
Trump mengatakan, penarikan pasukan AS dari Afghanistan akan jauh berbeda dan lebih berhasil jika dia yang menjadi presiden. "Apa yang dilakukan Joe Biden dengan Afghanistan sangat legendaris. Itu akan menjadi salah satu kekalahan terbesar dalam sejarah Amerika," ujarnya.
Pada Sabtu (14/8/2021), Biden membela keputusannya menarik pasukan AS dengan mengatakan kehadiran AS di Afghanistan selama 20 tahun terakhir tidak dapat diterima. "Satu tahun lagi, atau lima tahun lagi, kehadiran militer AS tidak akan membuat perbedaan jika militer Afghanistan tidak dapat atau tidak akan mempertahankan negaranya sendiri," kata Biden.
"Kehadiran
Amerika tanpa akhir di tengah konflik sipil negara lain tidak dapat diterima," ungkapnya.
Baca Juga: AS Dukung Langkah WHO untuk Penyelidikan Baru Asal-usul Covid-19"Ketika menjabat, saya mewarisi kesepakatan yang dibuat oleh pendahulu saya - yang mengundang Taliban untuk membahasnya di Camp David pada malam 9/11 2019 - yang membuat Taliban di posisi terkuat secara militer sejak 2001 dan memberlakukan batas waktu 1 Mei 2021 kepada pasukan AS," ungkapnya.
"Oleh karena itu, ketika menjadi presiden saya menghadapi pilihan - menindaklanjuti kesepakatan, dengan perpanjangan singkat untuk mengeluarkan pasukan kita (AS) dan sekutu dengan aman atau meningkatkan kehadiran kita dan mengirim lebih banyak pasukan Amerika untuk berperang sekali lagi di konflik sipil negara lain," ujarnya.
"Saya adalah presiden keempat yang memimpin kehadiran pasukan Amerika di Afghanistan, dua Republikan, dua Demokrat. Saya tidak akan dan tidak akan, meneruskan perang ini kelima kalinya," ujarnya. (Sumber:
Anadolu Agency)
Baca Juga: Wakaf Memajukan Negara, Terbukti di Aceh, Singapura, Mesir hingga AS
Keterlibatan Perempuan di Masjid AS Meningkat(asf)