Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home global news detail berita

Kemenkes: Kasus Gagal Ginjal Akut Tak Berkaitan Covid-19

ummu hani Rabu, 19 Oktober 2022 - 13:35 WIB
Kemenkes: Kasus Gagal Ginjal Akut Tak Berkaitan Covid-19
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak tidak berkaitan dengan Covid-19. Hal itu menanggapi lonjakan kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia yang kian meningkat.

Juru Bicara Kemenkes, M Syahril mengatakan sejauh ini belum ditemukan penyebab pasti dari penyakit tersebut. "Sampai saat ini kejadian gagal ginjal akut tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19," kata Syahril dalam keterangannya, Rabu (19/10/2022).

Baca Juga: Gangguan Ginjal Akut Capai 206 Kasus, Tingkat Kematian 48 Persen

Kemenkes hingga kini masih terus melakukan pemeriksaan laboratorium dan penyebab pasti gangguan ginjal akut pada anak. Upaya penelusuran juga terus dilakukan Kemenkes bersama para ahli epidemiologi, Badan POM, IDAI, dan Puslabfor.

Penyelidikan epidemologi dilakukan dengan melakukan pengawasan dan pemeriksaan untuk mengetahui infeksi-infeksi yang menjadi penyebab gangguan ginjal akut pada anak. Pemeriksaan mencakup swab tenggorokan, swab anus, pemeriksaan darah dan kemungkinan intoksifikasi.

"Kemenkes bersama tim melakukan penyelidikan epidemologi kepada masyarakat, tim akan menanyakan berbagai jenis obat-obatan yang dikonsumsi maupun penyakit yang pernah di derita 10 hari sebelum masuk rumah sakit. Harapannya hasilnya bisa segera kami dapatkan sebagai informasi untuk penanganan selanjutnya," ujar Syahril.

Baca Juga: Kasus Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes Imbau Apotek Setop Jual Obat Sirup

Selain itu, Syahril mengimbau fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan ginjal pada anak dengan aktif melaporkan setiap kasus yang mengarah pada penyakit tersebut. Masyarakat terutama orang tua yang memiliki anak di bawah 18 tahun, diimbau aktif melakukan pemantauan umum dan gejala gangguan ginjal akut seperti penurunan volume urine yang dikeluarkan, demam selama 14 hari, gejala ISPA, dan gejala infeksi saluran cerna.

"Gagal ginjal akut pada anak ini memiliki gejala yang khas yakni penurunan volume urin secara tiba-tiba. Bila anak mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut," ungkap Syahril.

Seperti diketahui, kasus gangguan ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak di Indonesia kian meningkat. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gangguan ginjal akut misterius (progressive atypical acute kideny injury) sudah mencapai 152 kasus dari sebelumnya 146. Berkaca dari kasus yang terjadi di Gambia, Kemenkes mengimbau masyarakat menggunakan obat sesuai resep dokter maupun informasi di kemasan obat.

Baca Juga:

IDAI Bantah Anjuran Setop Obat Sirup Mengandung Paracetamol

Soal Kasus Gangguan Ginjal Akut, Pemerintah Perlu Gencarkan Edukasi Publik


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)