Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 26 April 2026
home masjid detail berita

Alasan Muslim Harus Mengakui Adanya Akhirat

fajar adhitya Kamis, 20 Oktober 2022 - 07:32 WIB
Alasan Muslim Harus Mengakui Adanya Akhirat
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Meyakini akhirat merupakan bagian dari rukun iman yang enam. Meyakini adanya akhirat dan hari akhir bermanfaat untuk kehidupan manusia.

Mengetahui, memahami dan mengerti secara mendalam pertanyaan aksiologis tentang hakikat meyakini akhirat merupakan landasan fundamental yang akan menopang dan menumbuhkan kemantapan beragama. Allah berpesan kepada Nabi Yahya:

يٰيَحْيٰى خُذِ الْكِتٰبَ بِقُوَّةٍ ۗوَاٰتَيْنٰهُ الْحُكْمَ صَبِيًّاۙ

Artinya: “Wahai Yahya, ambillah (pelajarilah)460) Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.” Kami menganugerahkan hikmah kepadanya (Yahya)461) selagi dia masih kanak-kanak. (QS Maryam ayat 12).

Mengutip buku Keniscayaan Hari Akhir yang diterbitkan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Kementerian Agama, keyakinan terhadap akhirat juga menguatkan landasan etika dan moralitas seorang muslim dalam menjalani kehidupan ini. Dengan meyakini akhirat meneguhkan tujuan hidup seorang muslim meraih kebahagiaan.

Baca juga: Bacaan Doa Ketika Terjadi Musibah Kebakaran

Tujuan hidup seorang muslim tidak hanya untuk meraih kebahagiaan duniawi, tetapi juga untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sehingga, seorang muslim memiliki pola hidup yang seimbang di antara kepentingan untuk memenuhi kepuasan, kelezatan dan kenikmatan hidup duniawi dengan usaha-usaha untuk meraih kepuasan, kelezatan dan kenikmatan hidup di akhirat.

Kebahagiaan itu dapat dicapai dengan berpegang kepada empat prinsip etika dan moralitas Al-Qur'an tentang hidup bermakna, yakni menggunakan semua yang diberikan Allah kepada manusia untuk kepentingan hidup di akhirat, tidak melupakan sedikit pun akses dan tanggung jawab terhadap kehidupan dunia, mengisi hidup, dan menghindari sekecil apa pun juga tindakan merusak.

Firman Allah:

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

Artinya: Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antaramu. Dia lalu berkata (sambil menyesal), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)-ku sedikit waktu lagi, aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang saleh. (QS. Al-Munafiqun ayat 10).

Manfaat beriman kepada akhirat menjadi sumber inspirasi guna melahirkan etos beramal saleh dengan sebaik-baiknya. Mengingat hidup di dunia ini sangat singkat dan terbatas, maka kesempatan, waktu, tenaga, pikiran dan peluang yang terbatas ini harus bisa dijadikan modal dengan sebaik-baiknya.

Keyakinan terhadap akhirat merupakan generator yang senantiasa membangkitkan kekuatan moral dalam menegakkan keadilan dan kebenaran. Sebab, percaya akhirat dan Hari Kiamat juga mempercayai adanya kebangkitan dan pertanggungjawaban perbuatan manusia di hadapan Allah.

Baca juga: Cara Ukur Kadar Kekuatan Iman, UAH: Lewat Getaran Hati

Manusia yang imannya kepada akhirat lemah, ragu atau skeptis bisa saja frustasi, kecewa dan putus asa dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Seorang yang beriman kepada akhirat dengan keyakinan yang mantap tidak akan mengubah kepribadiannya dan tetap berpegang teguh kepada kebenaran.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 26 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)