LANGIT7.ID, Yogyakarta - Sate Klathak merupakan salah satu kuliner khas Yogyakarta yang unik. Keunikan sate dengan
daging kambing ini karena ditusuk menggunakan besi.
Bukan sembarang besi, konon dulu banyak orang menyebut tusukan sate ini dari jeruji roda sepeda.
Dilansir dari laman resmi pariwisata Yogyakarta, bumbu untuk Sate Klathak ini cukup sederhana yakni hanya menggunakan bumbu garam. Sehingga nama sate bermula dari bunyi yang muncul saat daging kambing muda ditaburi garam daat proses pembakaran.
Baca juga: Menikmati Rendang Belut Kuliner Tradisional Khas Minang Salah satu sate klathak yang tak sepi pengunjung adalah Sate Klathak Pak Jede.
Sate Klathak Pak Jede ini berada di Jalan Nologaten No.46, Nologaten, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta atau berada di tengah Kota Yogyakarta. Penggunaan jeruji besi ini menjadi cara agar proses pembakaran bisa merata sampai ke dagingnya.
Sate klathak biasanya disajikan dengan sederhana juga yaitu hanya dengan kuah gulai, dan irisan cabai.
Dengan proses pengolahan seperti itu membuat daging kambing muda terasa empuk dan tidak berbau sehingga sate ini menjadi incaran wisatawan saat bertandang Yogyakarta.
Baca juga: Mengenal Jajanan Ombus-ombus Khas Batak Harga sate ini juga cukup terjangkau sehingga menambah daya tarik wisatawan untuk datang ke tempat ini dan mencicipi sate klathak yang merupakan makanan khas Yogyakarta yang jarang diketahui oleh orang banyak.
Di Sate Klathak Pak Jede ini, hanya dengan Rp25 ribu pengunjung sudah dapat menikmati satu porsi sate klathak khas Yogyakarta, di Sate Klathak Pak Jede yang lokasinya berada di tengah kota Yogyakarta.
Jangan membayangkan satu porsi sate ini berisi 12 tusuk. Sate Klatak umumnya hanya berisi 2 tusuk sate. Tapi jangan khawatir, karena menggunakan tusukan jeruji sepeda, satu tusuk bisa berisi banyak potongan daging.
(sof)