LANGIT7.ID, Jakarta -
Rishi Sunak terpilih menjadi Perdana Menteri (PM) Inggris menggantikan Liz Truss yang sebelumnya menyatakan mundur. Pria keturunan India itu menjadi PM Inggris termuda dalam 200 tahun terakhir, tepatnya sejak 1812.
Sunak memenangkan perlombaan untuk memimpin Partai Konservatif yang saat ini berkuasa. Dia mengalahkan dua kandidat kuat lainnya, yakni Penny Mordaunt dan eks PM Boris Johnson.
Baca Juga: Rishi Sunak jadi Perdana Menteri Inggris Gantikan Liz TrussPenny yang merupakan politisi sentris itu gagal mendapatkan cukup dukungan dari anggota parlemen dalam pemungutan suara. Sementara saingannya, Boris Johnson, menarik diri dari perlombaan lantaran dia tidak bisa lagi menyatukan partai.
Dikutip dari
CNN International, Selasa (25/10/2022), terpilihnya Sunak menjadikannya sebagai
PM Inggris termuda dalam dua abad terakhir, tepatnya sejak 1812. Politikus kelahiran Southampton 1980 silam itu memiliki orang tua keturunan India Pundjabi.
Pada 1960-an, orang tua Sunak bermigrasi ke
Inggris. Sunak memulai pendidikan di sekolah elit Lincoln Oxford. Setelahnya, Sunak melanjutkan pendidikan ke Universitas Stanford dan meraih gelar MBA.
Di sanalah Sunak bertemu dengan Akshata Murthy, yang saat ini menjadi istrinya. Ayah Akshata, NR Narayana Murthy merupakan miliarder India sekaligus pendiri raksasa outsourcing Infosys Ltd.
Baca Juga: PM Liz Truss Mundur, Sri Mulyani Singgung Kondisi Ekonomi di InggrisSunak menikah dengan Murthy pada 2009 di Bengaluru India. Dari pernikahannya, Sunak dikaruniai dua putri yang bernama Krishna dan Anoushka.
Sebelum terjun ke dunia politik, Sunak pernah menjadi bankir Goldman Sachs pada periode 2001-2004. Setelahnya, pria berusia 42 tahun itu bekerja untuk lembaga penggalang dana Children's Investment Fund Management.
Sunak juga sempat bekerja di beberapa perusahaan investor sebelum memutuskan menjadi anggota legislatif pada 2014. Kariernya semakin melesat usai terpilih sebagai PM Inggris dalam waktu tujuh tahun.
Meski demikian, Sunak memiliki 'pekerjaan besar' sebagai pengganti Truss yang hanya bertahan selama 45 hari sebelum mengundurkan diri. Salah satunya adalah memulihkan stabilitas negara yang sedang jatuh akibat gejolak politik dan ekonomi selama bertahun-tahun, serta berusaha memimpin sebuah partai yang retak di sepanjang garis ideologis.
Baca Juga: 45 Hari Menjabat, PM Inggris Liz Truss Putuskan MundurEks bos hedge fund multi-jutawan itu diperkirakan akan meluncurkan pemotongan pengeluaran yang dalam untuk mencoba membangun kembali reputasi fiskal Inggris. Tepatnya ketika Inggris meluncur ke dalam resesi yang terseret oleh melonjaknya biaya energi dan makanan.
Selain itu, Sunak juga mengatakan kepada anggota parlemen Konservatif di Westminster bahwa partai tersebut perlu mengatasi tantangan ekonomi Inggris. Utamanya setelah turbulensi politik memukul biaya pinjaman dan mendorong tingkat hipotek lebih tinggi.
Sunak juga harus bekerja keras untuk menyatukan partai politik dominan Inggris setelah beberapa orang menuduhnya melakukan pengkhianatan awal tahun ini. Tepatnya ketika dia mengundurkan diri dari kabinet eks pemimpin Boris Johnson, yang memicu pemberontakan lebih luas.
Baca Juga:
Salah Kirim Email Dinas Pakai Akun Pribadi, Mendagri Inggris Mundur
Indonesia Siap Fasilitasi Rekonsiliasi Faksi Pejuang Palestina(asf)