Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home wisata halal detail berita

Mengenal Kue Lompong, Jajanan Khas Purworejo dan Cara Membuatnya

hasanah syakim Rabu, 26 Oktober 2022 - 18:34 WIB
Mengenal Kue Lompong, Jajanan Khas Purworejo dan Cara Membuatnya
Jajanan Kue Lompong khas Purworejo (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Purworejo - Saat menyambangi Purworejo sempatkanlah untuk mencoba kue lompong. Ini merupakan jajanan tradisional yang mudah di temui di daerah Kutorejo, dan Purworejo, Jawa Tengah.

Dilansir dari visitjawatengah.jatengprov.go.id, kue lompong merupakan jajan murah meriah yang hanya dibanderol Rp2.000 hingga Rp6.000 per biji.

Kue lompong ini mempunyai ciri khas tersendiri yaitu warnanya yang hitam, berbeda dengan kebanyakan kue tradisional Indonesia yang berwarna hijau ataupun merah. Kue lompong juga memiliki citarasa yang manis, gurih, dan kenyal.

Baca juga: Menikmati Kuliner Sate Klathak Khas Yogyakarta

Citarasa manis kue lompong ini berasal dari isian kacang tanah yang sudah disangrai, ditumbuk, serta dibumbui. Menariknya, saat ini isian kue lompong telah bervariasi. Mulai dari berbahan kacang hijau, keju cokelat, dan sebagainya.

Tekstur kenyal dan rasa gurih berasal daro campuran sejumlah bahan dasar, yakni tepung ketan dan tepung merang, gula pasir atau gula jawa. Beberapa bahan ini membalut isian kue lompong yang manis.

Warna hitam kue lompong ini berasal dari pewarna alami, yaitu merang. Merang sendiri adalah bekas tangkai padi yang sudah kering, kemudian dibakar hingga berwarna hitam setelah utu dihaluskan dan disaring gubgfa menjadi bubuk abu yang halus.

Dalam penyajiannya kue lompong dibungkus dengan klaras, atau daun pisang yang sudah kering kemudian diikat dengan tali. Penggunaan daun kering ini membuat kue lompong ini semakin khas, dari segi rasa ataupun aroma.

Umtuk membuat kue lompong juga cukup mudah. Pertama, siapkan bahan dasar seperti campuran tepung ketan, abu merang, gula pasir, garam, serta bumbu dasar sederhana. Sejumlah bahan ini lalu diuleni memakai air gula hingga mendapatkan tekstur padat dan kenyal.

Pada zaman dahulu, adonan kue lompong menggunakan santan dan gula jawa akan tetapi, penggunaan santan ternyata tidak bisa membuat kue lompong bisa bertahan lama. Sehingga penggunaan santan diganti dengan minyak.

Setelah proses adonan usai, kemudian persiapkan bahan isiannya. Sahabat Langit7 bisa memilih isian kacang tanah jika ingin membuat isian yang khas, akan tetapi Sahabat Langit7 bisa juga membuat isian versi modern, dengan isian keju, cokelat, kacang hijau, selai, dan lainnya.

Baca juga: Menikmati Rendang Belut Kuliner Tradisional Khas Minang

Kacang tanah tersebut disangrai terlebih dahulu lalu dibersihkan dari kulit halusnya dan dihaluskan, dengan cara ditumbuk, digiling, dan diblender, tergantung tingkat kehalusan yang diinginkan. Kemudian, tambahkan sejumlah bumbu seperti gula pasir atau jawa dan garam.

Selanjutnya, adonan tersebut aduk hingga rata setelah itu masukan isian ke dalam adonan kue lompong, bungkus dengan daun pisang kering lalu diikat dengan tali akar ataupun tali biasa. Kemudian, kukus selama kurang lebih dua jam.

Sahabat Langit7 dapat menyimpan kue ini dalam waktu gang cukup lama, namun bila disimpan lama akan mengering dan keras. Bila mengeras, Sahabat Langit7 bisa mengukusnya kembali, sehingga karakter kue tradisional khas Purworejo ini kembali kenyal dan tidak mudah basi.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)