LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 5 kesalahan
pemasaran di media sosial. Salah satu masalah klasik yang kerap diabaikan yakni tidak mengubah profil akun pribadi menjadi
akun bisnis.
Masalah ini tak cuman karena persoalan akun saja.
Para pebisnis kerap melakukan sejumlah hal ini yang tanpa disadari berujung pada kesalahan pemasaran.
Lalu apa saja itu? Melansir lama
Entrepreneur, berikut 5 kesalahan pemasaran di
media sosial:
Baca Juga: 5 Tips Buat Konten Pemasaran, Jangkau Banyak Pembeli1. Sekadar postingMasih hanyak pebisnis online yang posting hanya sekadar posting. Mereka hanya mau menggugurkan kewajibannya tanpa ada strategi pemasaran yang tepat.
Padahal, media sosial dimaksudkan untuk interaksi lanjutan dan menarik. Jadi jangan mengatakan sesuatu yang tidak penting di media sosial, terurama bila sedang tidak terinspirasi untuk membagikan sesuatu.
Untuk itu, berhati-hatilah dengan setiap konten yang diunggah. Pikirkan strategi dipikirkan dengan matang, dan rencanakan konten sebelum diunggah.
2. Jangan berlebihanMasih banyak pebisnis online yang mengunggah konten berisi pesan inspiratif. Selain itu, mereka juga berupaya mempercantik tampilan kolom instagramnya sedemikian rupa.
Mungkin itu hal baik, tapi bila dilakukan oleh profesional. Namun, tampaknya hal tersebut hanya membuat isi konten dan tampilan desain instagram menjadi berlebihan.
Sebaiknya, fokuslah pada sesuatu yang sebenarnya penting bagi audiens, dan bukan diri sendiri. Uji, ukur, pelajari, ulangi, dan hindari sesuatu yang bersifat berlebihan.
3. Banyak promosi, sedikit pemasaran Kesalahan pemasaran di media sosial adalah terlalu banyak konten yang mempromosikan produk. Namun, konten itu tidak betul-betul berisi strategi pemasaran.
Salah satu fokus pemasaran yaitu membangun hubungan dengan audiens. Pasalnya, membangun sebuah hubungan apa pin akan menciptakan kepercayaan.
Paling tidak, gunakan rasio 1:4 untuk konten yang memiliki nilai. Artinya, dari empat konten menghibur dan bernilai, setidaknya ada satu yang merupakan promosi.
4. Kurang konsistenUntuk membangun brand yang kuat, tentu harus dilakukan dengan konsisten. Poin ini akan menjadikan brand terus diingat dan semakin jelas di pasar.
Konsistensi bukan berarti monoton. Jadi jangan mengeluarkan konten yang sama berulang-ulang, tapi variatif dengan format yang berbeda.
Gunakanlah sesuatu yang melekat pada brand secara konsisten, mulai dari pesan, misi, nada suara, tampilan, dan nuansa keseluruhan, serta font, palet warna, dan lainnya.
5. LinkTree sebagai tautan bio InstagramMenggunakan LinkTree di bio Instagram sebetulnya merupakan jebakan dan kesalahan pemasaran di media sosial.
Ada beberapa hal yang dianggap menjadi kesalahan menggunakan LinkTree, antara lain:
- Menjadi bergantung pada aplikasi pihak ketiga dan tidak memiliki kontrol penuh.
- Mengorbankan branding karena harus bekerja dalam tema dan parameter Instagram.
- Tidak ada analitik dengan versi gratis dan analitik terbatas dengan versi berbayar.
- Semua data menjadi milik aplikasi. Berikut tidak bisa dioptimalkan untuk konversi.
Jadi disarankan agar pebisnis online dapat berhenti menggunakan LinkTree, dan investasikan segalanya di situs web milik sendiri.
(bal)