Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home global news detail berita

Prof Dede Nilai Islamofobia di Indonesia Berawal dari Kejahatan Verbal

Andi Muhammad Kamis, 27 Oktober 2022 - 23:00 WIB
Prof Dede Nilai Islamofobia di Indonesia Berawal dari Kejahatan Verbal
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Fenomena Islamofobia tak kunjung usai, bahkan hingga kini kian marak di berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia. Kebencian akan agama Islam membuat berbagai oknum melakukan cara apapun untuk menjatuhkan umat muslim dan agama Allah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakrta, Prof Dr Dede Rosyada menjelaskan, awal mula munculnya fenomena Islamofobia dikarenakan adanya kelompok yang kerap mengkritisi liberalisme bahkan sampai melampaui batas.

"Kemudian sampai mengkafir-kafirkan, itu kan verbal violence, kejahatan verbal. Karena kejahatan, polisi jadi masuk untuk menangkal ini semua, disitulah muncul Islamofobia," kata Prof Dede saat di wawancara Langit7.id usai acara Seminar Internasional bertajuk 'Menolak Islamophobia Melalui Konsep Al Wasatiah' di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, kemarin (26/10/2022).

Baca Juga: PPPIJ: Membela Islam Bukan Berarti Abaikan Toleransi

Hal tersebut, kata dia, yang menimbulkan prejudice atau prasangka buruk banyak orang kepada umat Islam. Oleh karena itu dibutuhkan langkah-langkah strategis guna menangkal maraknya Islamofobia, terutama di Indonesia.

"Kementerian Agama mengeluarkan training-training wasatiah itu, ya sekarang sudah mulai setahun," ujarnya.

Prof Dede mengatakan, perlu adanya konsep wasatiah yang merupakan ajaran Islam dengan mengarahkan umat agar adil, seimbang, bermaslahat dan proporsional, atau sering disebut dengan kata 'moderat'.

"Supaya ke depan moderat, bersikap bisa berkolaborasi sehingga kemudian pengembangan bangsa negara itu agar menjadi yang makmur tidak tersendat," jelas Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2015-2019 itu.

"Jangan sampai habis energi hanya untuk menyelesaikan masalah konflik internal di antara kita," tuturnya.

Baca Juga: Dosen Malaysia Sebut Ada Kombinasi 4 Elemen dalam Konsep Wasathiyah

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)