LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza, menilai Indonesia mendapati momentum besar pada 2045. Pada tahun itu, kelas menengah akan tumbuh subur. Penggunaan teknologi juga semakin maju di Tanah Air.
Kemudian, perubahan iklim, perubahan geopolitik, dan Lembaga internasional akan dikuasai negara-negara margin market seperti Indonesia saat ini. Akan terjadi pula urbanisasi ilmiah. Banyak orang akan migrasi ke negara-negara Asia, karena memiliki potensi memajukan dunia.
“Motor terkuat di Asia selain di Cina juga ada di Indonesia, itu yang perlu kita lihat sebagai nilai positif kita saat ini,” kata Handi Risza dalam diskusi 'Kesempatan Kerja dalam Turbulensi Ekonomi' di Universitas Paramadina Jakarta, Kamis (27/10/2022).
Baca Juga: Pemerintah Dorong Kelompok Usia Produktif Kembangkan Potensi Diri
Handi mengatakan, Indonesia saat ini tengah mengalami
bonus demografi. Ini bisa menjadi anugerah bagi bangsa Indonesia. Dia menilai hal tersebut sebagai
golden moment sampai 2030, karena berada pada periode dengan jumlah usia produktif paling besar.
Saat ini, 80% populasi Indonesia berada pada usia produktif. Artinya, jika dikelola dengan baik, mereka memiliki pekerjaan yang baik pula. Ini menjadi momen pertumbuhan, sehingga diharapkan 2045 Indonesia sudah sejahtera.
“Kalau kesadaran kolektif ini dibangun maka kita akan menjadi champion pada tahun 2045 tadi,” ujar Handi.
Baca Juga: Sambut Bonus Demografi, Prima Rancang Akademi Remaja Masjid
Akan tetapi, kata dia, bonus demografi bisa menjadi bencana, jika lapangan pekerjaan sedikit. Akibatnya, anak muda banyak menganggur dan menjadi beban negara. Itu karena negara harus membayar subsidi seperti subsidi energi dan subsidi listrik.
“Menanggung beban usia produktif akan lebih berat dengan menanggung beban usia tidak produktif. Hal ini akan berakhir pada tahun 2030 karena usia produktif ini akan semakin menua,” ucap Handi.
Baca Juga: Pesantren Dinilai Mampu Siapkan SDM Berkualitas Hadapi Bonus Demografi(jqf)