Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home masjid detail berita

DMI: Pembinaan Manajemen Masjid adalah Suatu Keharusan

ahmad zuhdi Rabu, 18 Agustus 2021 - 15:00 WIB
DMI: Pembinaan Manajemen Masjid adalah Suatu Keharusan
Ilustrasi pembinaan manajemen masjid. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid dalam masyarakat kita, sudah menjadi semacam community center, pusat kegiatan masyarakat, mulai dari merayakan hari-hari besar Islam, pernikahan, tempat ibadah, menshalatkan jenazah, pesta menyambut bulan suci ramadhan, sampai Hari Idul Fitri dan Idul Adha.

Disamping sebagai tempat ibadah secara khusus seperti shalat, dzikir, dan i’tikaf, masjid juga berfungsi pelayanan masyarakat, tempat menuntut ilmu, media persatuan umat, dan muamalah.

Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Dewan Masjid Indonesia (DMI) Natsir Zubaidi mengatakan, secara garis besar masjid memiliki fungsi multi dimensional, seperti tempat ibadah, pembinaan ukhuwah Islamiyah, ta’lim dan da’wah serta muamalah (pembinaan umat dalam arti luas). Karena itu, dia menenkankan pengurus masjid beserta jajarannya harus memiliki wawasan yang luas dan komprehensif.

"Karena tantangan yang dihadapi oleh masyarakat semakin kompleks, sementara itu pengurus masjid sebagai khadimul (pelayan) masjid yang sekaligus khadimul ummah dalam pelayanan masjid sebagai community center belumlah memadai," kata Natsir kepada LANGIT7.ID, Rabu (18/8).

Baca juga: Jamaah Diizinkan Shalat di Masjid meski PPKM Level 4

Lebih lanjut, Natsir mengungkapkan bahwa pembinaan 'manajemen masjid' adalah suatu keharusan. Menurut dia, upaya peningkatan manajemen masjid, melalui pelatihan para pengurus dan pengelola masjid sudah sering dilakukan, namun hal tersebut belum dianggap mencukupi.

"Ada pemikiran, perlu pelatihan manajemen masjid yang lebih intensif, sekitar 10 hari sampai satu bulan. Bahkan ada gagasan yang menginginkan pelatihan selama tiga bulan, atau program pendidikan D3 bagi para pengelola atau calon pengelola masjid. Sebab kalau Masjid Raya yang setiap bulannya biaya operasionalnya sampai Rp80 juta perbulan, mengapa tidak memiliki manajer (pengelola) yang digaji dan memiliki kemampuan manajemen yang memadai," tuturnya.

Natsir menjelaskan, pengelola atau manajer masjid harus memiliki kemampuan managerial skill dan technical skill baik dalam pengelolaan bangunan fisik masjid dalam hal kebersihan, karpet, listrik, loudspeaker (sound system), halaman dan sarana pendukung masjid seperti poliklinik, sekolah, lampu hias, dan lain-lain.

Juga pembinaan non fisik yang wilayahnya cukup luas seperti, pengaturan ta’mir, pendidikan dan da’wah, manajemen untuk sekolah dan korps mubaligh, pengaturan para da’i, dan lain-lain.

"Tak ketinggalan muamalah. Wilayah ini sungguh sangat luas karena cakupan-nya menyentuh bidang ekonomi, sosial, dan budaya," ujarnya.

Baca juga: Masjid As Salam, Bangunan dari Indonesia untuk Afghanistan

Ia kemudian menyebutkan beberapa masjid terkemuka memiliki poliklinik, sekolah, mengadakan pelatihan, majlis taklim kaum ibu dan remaja, serta kegiatan hari-hari besar Islam dan program peduli masyarakat lainnya. Di antaranya Masjid Agung Al-Azhar (Iakarta), Masjid Salman (Bandung), Masjid Al-Falah (Surabaya), Masjid Istiqamah (Bandung), Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Islamic Center Jakarta dan lain-lain dari jumlah masjid yang berjumlah 650.000 di Indonesia.

"Tentunya belum semuanya berfungsi secara multi dimensional sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah dalam membina masjid. Bahkan banyak masjid yang megah bangunannya secara pisik tetapi sepi dari kegiatan jamaah," katanya.

Natsir menambahkan, masjid secara fisik dibangun karena ada jamaah yang membutuhkan tempat untuk beribadah. Jadi ada jamaah dulu baru dibangun masjid. Namun dalam perubahan sosial dan mobilitas penduduk yang dinamis, bisa saja masjid dibangun terlebih dulu karena adanya perencanaan perumahan atau perencanaan tata kota, sehingga jamaah baru menyusul kemudian.

"Sudah tentu makmur atau tidaknya masjid tergantung aktif atau tidaknya pengurus masjid dan perangkatnya," ujarnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)