Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Anwar Abbas: Perlunya Manajemen Pengelolaan Uang dengan Tepat

Andi Muhammad Jum'at, 20 Januari 2023 - 04:00 WIB
Anwar Abbas: Perlunya Manajemen Pengelolaan Uang dengan Tepat
Anwar Abbas: Perlunya Manajemen Pengelolaan Uang dengan Tepat. Foto: iStock.
LANGIT7.ID, JAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas menyampaikan perlunya manajemen pengelolaan uang yang tepat, baik dalam skala mikro di kebijakan publik maupun skala mikro di rumah tangga serta penghematan belanja secara seksama.

Menurut Anwar Abbas, hal ini diungkapkannya guna menanggapi prediksi resesi global yang dirlis Internasional Monetary Fund (IMF). Di mana pertumbuhan ekonomi global di 2023 akan mencapai 2,7 persen, atau melambat dari 3,2 persen pada 2022.

“Ayo kita sesuaikan pasak daripada tiang. Jangan lebih besar pasak daripada tiang. Kalau perlu ya lebih kecil pasak dari tiang. Artinya pengeluaran kita bisa kita tekan,” kata Anwar Abbas melansir laman resmi Muhammadiyah, Jumat (20/1/2023).

Lebih lanjut, ia juga lantas mengambil pelajaran dari kisah Nabi Yusuf As ketika Mesir akan menghadapi paceklik.

Baca Juga: Financial Planner: Disiplin Kunci Sukses Atur Keuangan

“Oleh karena itu bagi saya di antara hal-hal yang perlu kita lakukan mungkin kita belajar kepada Nabi Yusuf, di mana dia ditunjuk pemerintahnya untuk jadi bendahara negara karena negara dia itu berdasar mimpi dari sang raja akan makmur selama tujuh tahun berturut-turut dan mengalami krisis tujuh tahun berturut-turut,” ungkapnya.

Dalam ceritanya, Anwar menerangkan salah satu strategi yang dilakukan Nabi Yusuf adalah dengan berhemat.

"Jadi dengan demikian barangkali sesuatu hal yang sangat penting bagi kita dalam menghadapi krisis ini adalah bagaimana kita bisa mengatur keuangan kita, bagaimana kita bisa mengatur kehidupan ekonomi kita,” ujar Anwar.

Selanjutnya, Anwar juga menjelaskan dalam teori ekonomi bahwa perilaku konsumsi seseorang, ditentukan oleh tingkat pendapatan hari ini, atau yang akan datang. "Maka bagi saya teori ini jangan diberlakukan dalam menghadapi krisis ini. Pengeluaran kita harus disesuaikan dengan kondisi,” tegasnya.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)