LANGIT7.ID, JAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas menyampaikan perlunya manajemen pengelolaan uang yang tepat, baik dalam skala mikro di kebijakan publik maupun skala mikro di rumah tangga serta penghematan belanja secara seksama.
Menurut Anwar Abbas, hal ini diungkapkannya guna menanggapi prediksi resesi global yang dirlis Internasional Monetary Fund (IMF). Di mana pertumbuhan ekonomi global di 2023 akan mencapai 2,7 persen, atau melambat dari 3,2 persen pada 2022.
“Ayo kita sesuaikan pasak daripada tiang. Jangan lebih besar pasak daripada tiang. Kalau perlu ya lebih kecil pasak dari tiang. Artinya pengeluaran kita bisa kita tekan,” kata Anwar Abbas melansir laman resmi Muhammadiyah, Jumat (20/1/2023).
Lebih lanjut, ia juga lantas mengambil pelajaran dari kisah Nabi Yusuf As ketika Mesir akan menghadapi paceklik.
Baca Juga: Financial Planner: Disiplin Kunci Sukses Atur Keuangan“Oleh karena itu bagi saya di antara hal-hal yang perlu kita lakukan mungkin kita belajar kepada Nabi Yusuf, di mana dia ditunjuk pemerintahnya untuk jadi bendahara negara karena negara dia itu berdasar mimpi dari sang raja akan makmur selama tujuh tahun berturut-turut dan mengalami krisis tujuh tahun berturut-turut,” ungkapnya.
Dalam ceritanya, Anwar menerangkan salah satu strategi yang dilakukan Nabi Yusuf adalah dengan berhemat.
"Jadi dengan demikian barangkali sesuatu hal yang sangat penting bagi kita dalam menghadapi krisis ini adalah bagaimana kita bisa mengatur keuangan kita, bagaimana kita bisa mengatur kehidupan ekonomi kita,” ujar Anwar.
Selanjutnya, Anwar juga menjelaskan dalam teori ekonomi bahwa perilaku konsumsi seseorang, ditentukan oleh tingkat pendapatan hari ini, atau yang akan datang. "Maka bagi saya teori ini jangan diberlakukan dalam menghadapi krisis ini. Pengeluaran kita harus disesuaikan dengan kondisi,” tegasnya.
(zhd)