LANGIT7.ID - , Jakarta - Salah satu cara untuk
mengatur keuangan adalah mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran. Hanya saja seringkali kegiatan ini menimbulkan kebosanan saat dilakukan terus menerus.
Mengatasi kebosanan itu, Certified Financial Planner,
Annisa Steviani mengatakan tidak perlu selamanya mencatat setiap pengeluaran.
Baca juga: Islam Larang Hidup Boros, Atasi dengan Rencana Keuangan yang Baik"Kamu cuma perlu catat sebulan aja, atau dua minggu deh kalau males banget. Akan keliatan, pengeluaran kamu berapa aja sih?
Belanja bulanan berapa? Makan siang berapa? Ke tukang sayur berapa? Beli bensin berapa? Dan lainnya. Kamu catat kemudian bulan depannya, kamu bikin bujet," ujar Annisa dalam diskusi yang diikuti LANGIT7.ID, Selasa (17/1/2022).
Menurut Annisa, anggaran akan berantakan bila tidak disiplin. Misalnya Anda menganggarkan makan siang sebesar Rp20.000, namun realitanya malah menghabiskan Rp30.000 ditambah jajan sore. Bila hal ini terus dilakukan, tak heran bila keuangan Anda berantakan.
"Mikirnya kamu nggak bakat kelola uang, nggak bisa budgeting, padahal kamu sendiri yang nggak disiplin sama budget yang kamu punya," katanya.
Agar mengatur keuangan tetap on the track, melatih kedisplinan sangatlah penting. Saat di awal, kata Annisa, wajar bila masih merasa kebingungan.
Baca juga: Mayoritas Masih Rentan Finansial, Milenial Butuh Perencanaan Keuangan"Bisa jadi kamu perlu 6 kali atau mungkin 12 kali latihan. Tandanya kamu perlu sabar 6 bulan atau bahkan setahun kan," lanjut dia.
Dia berpendapat, hal tersebut wajar sebab di dunia ini tidak ada yang instan, karenanya ia menyarankan untuk tetap tenang, terlebih jika Anda sudah mengetahui caranya.
"Selama udah tahu caranya, at least saat kamu kebablasan pun kamu tahu harus balik lagi on track," tutur Annisa.
Annisa kemudian menjelaskan kisahnya hingga bisa mencapai seperti saat ini menjadi seorang financial planner.
"Aku udah lancar gini karena tahun ini tahun ke-10 aku di financial planning. Dana darurat kekumpul ideal di tahun keenam karena di tahun ketiga rumahku kecurian jadi dana darurat habis semua. Bukan proses yang instan, sabar aja. Yang penting dimulai karena umur tuh nggak berasa. Tahu-tahu umur 30, nggak berasa 40 terus 60 dan belum mulai ngumpulin aset kan gimana ya," ucapnya.
Baca juga: Literasi Keuangan Rendah, Ifsoc: Masyarakat Perlu DiedukasiAnnisa pun berpesan untuk selalu mengingat bahwa hidup tidak hanya untuk hari ini saja. Karena itu, menyiapkan anggaran untuk masa depan menjadi penting.
(est)