Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Ini Beda Antara Hibah, Wasiat, dan Warisan dalam Harta

mahmuda attar hussein Kamis, 03 November 2022 - 16:30 WIB
Ini Beda Antara Hibah, Wasiat, dan Warisan dalam Harta
Ilustrasi perbedaan antara hibah, wasiat dan warisan. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ada sejumlah jenis pembagian harta dalam keluarga. Di antaranya hibah, wasiat, dan warisan yang mana masing-masing memiliki perbedaan makna dan metode.

Penceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan, harta-harta yang dibagikan sementara yang membagikan masih hidup, itu namanya hibah.

"Sedangkan harta yang dibagikan, tapi diserahkan ketika pemilik meninggal adalah wasiat," kata dia dikutip dari kanal YouTubenya, Kamis (3/11/2022).

Adapun dalam pembagian harta wasiat ini tidak boleh lebih dari total sepertiga harta. Sementara sisa hartanya harus tetap dibagikan secara adil kepada setiap ahli waris.

Baca Juga: Perbedaan Wakaf dan Hibah, Punya Makna Hampir Sama

"Untuk pembagian harta warisan dilakukan setelah pemiliknya meninggal dunia. Pembagian warisan menggunakan ilmu faroid (waris) sesuai dengan ajaran Islam," katanya.

Dalam ilmu faroid itu, kata dia, suami mendapatkan setengah harta istri bila dia tidak memiliki anak. Sementara bila memiliki anak, maka suami mendapat seperempat.

"Istri akan mendapatkan seperempat kalau tidak punya anak. Sedangkan bila memiliki anak, istri akan mendapatkan istri mendapat seperdelapan," jelasnya.

Untuk anak laki-laki mendapatkan sebanyak dua kali bagian anak perempuan. Hal ini dikarenakan laki-laki yang memiliki tanggug jawab lebih besar, seperti memberi mahar, nafkah dan menjadi kepala rumah tangga.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)