LANGIT7.ID - , Jakarta - Pendakwah dan pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Yan Gymnastiar atau
Aa Gym menyebut
umat Islam harus sangat siap dengan
perbedaan, sebab hal tersebut Allah SWT yang ciptakan.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Al-Hujurat ayat 13,
اَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا لَقْنٰكُمْ اُنْثٰى لْنٰكُمْ ا اۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا اِنَّ اَكْرَمَكُمْ
اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ اِنَّ الل لِيْمٌ
Artinya, "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami membuka kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti."
Baca juga: Pemerintah Tak Perlu Terlibat Masalah Perbedaan Pemahaman Keagamaan"Jadi, perbedaan itu Allah yang menciptakan, terjadi dengan izin Allah dan pasti ada hikmahnya," ujar Aa Gym dalam Kajian Pagi bertajuk Bijak Menyikapi Perbedaan, Selasa (8/11/2022).
Meski demikian, tambah Aa Gym, terdapat perbedaan yang bisa ditolerir atau disikapi dengan biasa saja, namun ada juga perlu sikap tegas dan tepat.
"Kita mencoba memahami bahwa berbeda-beda itu sudah
qadarullah. Awal perbedaan saja bisa kita lihat dengan Allah mencipta
Nabi Adam dan Siti Hawa. Jadi nenek dan kakek moyang kita Allah ciptakan berbeda. Makanya, tidak usah ingin emansipasi sehingga laki-laki dan perempuan harus sama, sebab masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan agar saling melengkapi," katanya.
Dia berpendapat, menuntut persamaan laki-laki dan perempuan sebetulnya tidak sesuai
fitrah. Karena laki-laki dan perempuan diciptakan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang jika dipasangkan akan menjadi semakin maksimal.
Namun, tak bisa dipungkiri Aa Gym mengakui terdapat beberapa hal yang harus sama atau adil antara laki-laki dan perempuan. Misal terkait kemuliaan laki-laki dan perempuan, Menurut Komisaris Independen
Elzatta ini, yang paling mulia di antara keduanya adalah yang paling takwa.
Baca juga: Zulhas: Perbedaan Pendapat Akibat Pilihan Politik Perkara Biasa"Itu keadilan. Pahalanya sama di sisi Allah. Tetapi dalam fungsi manusia, tidak perlu semua perempuan untuk
angkat besi, harus melakukan seperti yang laki-laki lakukan. Faktanya saja dalam tentara kemiliteran itu, tidak sama jumlahnya antara laki-laki dan perempuan karena fitrahnya demikian. Itu secara gender, jadi jangan ada upaya," tandas Aa Gym.
(est)